Dalam wawancara dengan PC Gamer, Koster membeberkan kalkulasi biaya yang mencekik. Ultima Online pada 1997 hanya menelan biaya US$2 juta (sekitar Rp32 miliar). Tujuh tahun kemudian, Star Wars: The Old Republic membutuhkan dana lebih dari US$200 juta (sekitar Rp3,2 triliun) untuk model yang sama. "Biaya naik 10 kali lipat setiap dekade. Itu tidak berkelanjutan. Sudah bisa diprediksi, dan kita menabrak tembok," katanya.
Koster menjelaskan bahwa model "theme park"—di mana pemain menjalani misi berantai (kill 10 rats) dan konten statis yang habis dalam waktu singkat—telah menjadi bumerang. "Membuat konten statis adalah sesuatu yang sudah bisa di-assembly line oleh industri. Tapi zona itu akan usang dalam tiga bulan, padahal butuh sembilan bulan untuk membuatnya," ujarnya.
Akibatnya, pengembang besar enggan berinovasi. Mereka lebih memilih meracik konten aman yang bisa dimonetisasi lewat item kosmetik atau perlengkapan yang terikat akun (soulbound). "Barang-barang itu sebenarnya bukan item lagi. Itu hanya stat mods yang disamarkan sebagai item," kata Koster sinis.
Dampaknya langsung terasa di komunitas. "Tidak ada keraguan—perubahan terbesar di komunitas MMO adalah mereka menjadi bosan. Bosan, frustrasi, merasa hobi mereka tidak lagi didukung industri," kata Koster. Ia menambahkan, "Penonton MMO merasa kurang terlayani dan terlalu dimonetisasi. Itulah yang mereka rasakan."
Fenomena ini menjelaskan mengapa hampir semua MMO populer saat ini—dari World of Warcraft hingga Final Fantasy XIV—sudah berusia lebih dari satu dekade. Sementara proyek MMO baru, seperti Project Blackbird milik Blizzard, berakhir dikandangkan. Industri lebih memilih merawat yang sudah ada daripada mengambil risiko finansial yang besar.
Di tengah kegelapan, Koster tengah menggarap Stars Reach, MMO yang sengaja dirancang untuk melawan arus. Game ini mencoba menghidupkan kembali sihir sandbox—dunia tempat pemain bisa crafting, mendekorasi rumah, dan memelihara hewan peliharaan—mekanik yang justru lahir dari MMO era 90-an. "Crafting ada di mana-mana sekarang, dan itu sebagian besar salah saya," canda Koster.
Game ini dijadwalkan memasuki akses awal pada musim panas 2025. Koster berharap Stars Reach bisa menjadi "hembusan udara segar" yang membuat pemain kembali berkata, "Oh, game bisa melakukan itu?" Namun, dengan sejarah panjang proyek ambisius yang gagal, banyak pengamat masih menunggu bukti nyata.