BANTEN — Herdman tidak main-main dengan persiapan skuad Garuda. Setelah memimpin latihan terbuka, ia menegaskan bahwa membangun identitas permainan berintensitas tinggi menjadi prioritasnya. Bukan sekadar taktik, ini soal mentalitas.
Mantan pelatih Timnas Kanada ini memadukan materi baru sistem bertahan dengan pengulangan latihan dari pemusatan sebelumnya. Tujuannya jelas: membentuk refleks agresif yang otomatis saat pemain kehilangan bola.
"Gaya main dengan intensitas tinggi adalah identitas yang ingin saya tanamkan," ujar Herdman. Ia percaya fisik prima dan mental kuat menjadi fondasi menjalankan strategi di lapangan.
Dalam sesi tersebut, Herdman memprioritaskan pemahaman pemain soal rest defense — jumlah personel yang tersisa saat tim menyerang. Koordinasi antar lini juga diasah agar celah untuk serangan balik cepat lawan semakin sempit.
Ia juga menuntut keseimbangan antara disiplin posisi dan keberanian mengambil risiko di situasi tertentu. Semua ini demi satu target: menjaga peluang clean sheet.
Herdman merujuk performa Timnas saat kalah 0-1 dari Bulgaria di FIFA Series Maret lalu. Meski kalah, ia mencatat perkembangan positif: Bulgaria hanya melepaskan satu tembakan tepat sasaran sepanjang laga.
Catatan impresif itu ingin diulang saat menghadapi Oman (peringkat FIFA lebih tinggi) dan Mozambik. "Performa solid di belakang harus menjadi identitas konsisten kami," tegasnya.
Dua laga kandang ini menjadi ajang pembuktian skuad Garuda di hadapan pendukung sendiri. Herdman berharap persiapan matang di lini belakang mampu menahan gempuran tim-tim tangguh tersebut.