Lebih dari 750 Rumah Ibadah di Tangsel Nikmati Internet Gratis, Pemkot Luncurkan Aplikasi Mengaji Berbasis AI

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Senin, 01 Juni 2026 | 11:32:01 WIB
Pemkot Tangsel menyediakan internet gratis di lebih dari 750 rumah ibadah untuk mendukung transformasi digital.

TANGSEL — Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus menggenjot transformasi digital di sektor keagamaan. Kepala Diskominfo Tangsel Tb Asep Nurdin mengungkapkan, dari total 5.000 titik layanan internet gratis yang tersebar di seluruh wilayah kota, sebanyak 379 masjid dan 376 musala menjadi penerima manfaat utama program ini.

“Internet gratis sudah menjangkau ratusan masjid dan musala. Bahkan taman-taman warga dan ruang publik juga sudah terhubung dengan layanan internet gratis,” ujar Asep saat menghadiri Safari Subuh di Masjid Al-Huda, Ciputat, Sabtu (30/5).

Bukan Sekadar Jaringan, Tapi Ekosistem Digital Masjid

Program ini merupakan bagian dari upaya pengembangan ekosistem masjid digital. Menurut Asep, kehadiran internet di lingkungan ibadah harus dimanfaatkan secara produktif, bukan sekadar untuk berselancar di media sosial. Pemerintah kota mendorong pengurus masjid untuk menggunakan akses tersebut bagi peningkatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Tak hanya menyediakan infrastruktur jaringan, Diskominfo Tangsel juga memberikan pendampingan teknis secara gratis. Mulai dari penyediaan hosting dan server hingga pengembangan website masjid, semua difasilitasi agar pengelolaan informasi keagamaan bisa lebih modern dan terpusat.

Aplikasi AI untuk Belajar Al-Qur’an dan Hadis

Inovasi terbaru yang diluncurkan adalah aplikasi Tangsel Mengaji. Platform berbasis kecerdasan buatan ini dirancang untuk memudahkan warga belajar Al-Qur’an, hadis, dan materi keislaman lainnya secara digital. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat bisa berinteraksi dengan pengajar, mengakses materi pembelajaran, hingga memperoleh pendampingan belajar secara daring.

“Kami ingin masyarakat lebih mudah belajar agama. Di aplikasi ini warga bisa menjadi murid maupun pengajar sesuai kebutuhan,” jelas Asep.

Peringatan di Tengah Kemudahan Teknologi

Di tengah gencarnya digitalisasi, Asep mengingatkan warga agar tetap kritis terhadap informasi yang beredar. Ia menyoroti risiko penyalahgunaan teknologi AI yang kini bisa memanipulasi suara, wajah, bahkan bentuk tubuh seseorang.

“Sekarang AI bisa memanipulasi suara, wajah, bahkan bentuk tubuh seseorang. Karena itu masyarakat jangan mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi,” tegasnya.

Target: Semua Masjid dan Musala Saling Terkoneksi

Ke depan, Pemkot Tangsel menargetkan seluruh jaringan masjid dan musala di kota tersebut dapat saling terhubung dalam satu ekosistem digital. Langkah ini diharapkan mampu mendukung kegiatan dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat secara lebih luas.

“Target kami seluruh jaringan masjid dan musala di Tangsel saling terkoneksi sehingga berbagai kegiatan keagamaan bisa diakses masyarakat lebih luas,” pungkas Asep.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: beritabanten.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top