TANGERANG — Ratusan warga memadati jalan-jalan di Kecamatan Cibodas saat pawai taaruf digelar sebagai pembuka STQ tingkat kecamatan tahun ini. Pawai diikuti para kafilah dari enam kelurahan, kader PKK, kader posyandu, amil, marbot, hingga pemuda setempat.
Camat Cibodas Ahmad Suhendar menjelaskan, STQ tahun ini mempertandingkan lima cabang lomba dan dua cabang ekshibisi. Cabang yang dilombakan meliputi Musabaqoh Fahmil Qur’an Putra/Putri, Tilawah Dewasa, Tilawah Remaja, Qiroatul Qutub, dan Tahfiz 5 Juz.
“Alhamdulillah pagi ini kita melaksanakan kegiatan STQ tingkat Kecamatan Cibodas. Selain perlombaan, kita juga menggelar pawai taaruf kafilah dan antusias masyarakat sangat luar biasa,” ujar Suhendar.
Seluruh peserta yang bertanding merupakan warga berdomisili di Kecamatan Cibodas. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat sekaligus upaya menjaring bibit unggul dari wilayah sendiri, bukan dari luar kecamatan.
Pembinaan peserta dilakukan secara berkala melalui pesantren, TPA, TPK, hingga madrasah yang tersebar di wilayah Cibodas. Para santri dan remaja dibimbing langsung oleh ustaz serta kiai di lingkungan masing-masing.
“Pembinaannya sudah berjalan secara berkala. Jadi anak-anak yang ikut STQ ini memang sudah dilatih rutin oleh para guru ngaji dan pengajar di wilayah Cibodas,” jelas Suhendar.
Salah satu peserta, Aini dari Kelurahan Panunggangan Barat, mengaku telah mempersiapkan diri sejak Maret bersama timnya. Ia berlatih secara rutin untuk menghadapi cabang Musabaqoh Fahmil Qur’an yang menguji kemampuan refleks dan pemahaman.
“Kita latihan bareng sejak Maret. Yang penting percaya diri, jangan ragu dan harus refleks juga saat menjawab,” katanya.
Aini menargetkan hasil terbaik tahun ini setelah sebelumnya hanya mampu finis di posisi kedua. “Tahun kemarin juara dua. Tahun ini targetnya harus juara satu,” ujarnya penuh semangat.