Pencarian

Tangsel Perkuat Pengawasan Proyek Ciater, Tiga Syarat Belum Terpenuhi

Kamis, 07 Mei 2026 • 14:34:01 WIB
Tangsel Perkuat Pengawasan Proyek Ciater, Tiga Syarat Belum Terpenuhi
Inspeksi proyek cut and fill Jalan Raya Ciater dilakukan menyusul longsoran tanah yang mengganggu lalu lintas.

TANGSEL — Longsoran material tanah di proyek cut and fill Jalan Raya Ciater, Kelurahan Serua, Selasa (5/5/2026), menjadi pemicu tindakan inspeksi Pilar Saga Ichsan. Kejadian dipicu hujan ekstrem dan menghalangi arus lalu lintas dalam waktu lama, menciptakan preseden negatif terhadap izin yang telah diberikan Pemkot. "Kemarin saya dapat laporan, orang sampai dua jam kena macet total di sini," ujar Pilar usai mengunjungi lapangan.

Tiga Syarat Perizinan yang Masih Tertunda

Dalam tinjauannya, Pilar menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap seluruh ketentuan perizinan serta pengendalian dampak lingkungan. Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan setiap kegiatan pembangunan harus memenuhi aspek perizinan yang berlaku, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan analisis dampak lalu lintas (andalalin) yang saat ini masih dalam proses. "Proses berikutnya persetujuan bangunan gedung, analisis dampak lalulintas masih proses, saya minta semua harus dipenuhi," tuturnya.

Pilar meminta kontraktor dan pemilik usaha membuat drainase khusus baik di area luar maupun dalam proyek untuk mencegah pembebanan drainase pemerintah. "Jangan mengandalkan drainase perkotaan, karena drainase perkotaan itu bukan untuk ngumpulin tanah, itu untuk saluran air agar tidak tergenang," tegasnya. Piranti drainase mandiri menjadi prasyarat lanjut perizinan agar material merah dan limpah air proyek tidak membanjiri sistem kota.

Kerja Berat Kontraktor & Antisipasi Bencana Ulang

Pilar memerintahkan kontraktor segera menerjunkan alat berat untuk mengeruk longsoran tanah merah di jalan dan saluran drainase milik pemkot. Tindakan mendesak ini guna memulihkan aksesibilitas dan menghilangkan material yang mengancam stabilitas jalan. "Saya mengingatkan kejadian ini jangan sampai terjadi kembali, karena akan jadi preseden tidak baik dari masyarakat kepada kami yang memberikan perizinan ke depannya," tekannya.

Selain sistem drainase, Pilar juga meminta pihak kontraktor membuat dinding penahanan tanah (DPT) di dekat pemukiman warga sesuai permintaan warga lingkungan sekitar. Langkah ini mengantisipasi risiko runtuhan yang mengancam rumah permukiman dan merespons aspirasi warga sekitar proyek. "Pak RW menyampaikan, tolong penguatan dinding didekat rumah warga jangan sampai ambrol, itu kita jaga sama-sama," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: persepsi.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks