DPRD Serang Dorong Pemkab Bangun Waduk dan Tanggul 20 Km di Bantaran Sungai Kopo

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:46:01 WIB
Anggota DPRD Serang, Feva, menilai banjir di Serang Timur telah meresahkan masyarakat.

SERANG — Feva menilai banjir di Serang Timur telah meresahkan masyarakat. Wilayah yang paling terdampak berada di Kecamatan Kopo, tempat air kiriman dari wilayah selatan meluap ke rumah-rumah warga.

Kondisi geografis menjadi penyebab utama. Ketinggian sungai di kawasan itu hampir sejajar dengan daratan permukiman, sehingga air mudah melimpas saat debit meningkat.

Mengapa Air Kiriman Sulit Dibendung di Kopo

Menurut Feva, penanganan banjir di Kecamatan Kopo sebelumnya sempat terlambat. Air datang tiba-tiba dari arah selatan dan langsung masuk ke permukiman.

"Harus ada wadah semacam penampungan air. Air itu kan datang secara tiba-tiba, kiriman dari wilayah selatan. Harus ada antisipasi agar tidak langsung masuk ke permukiman warga," ujarnya, Kamis (22/10/2026).

Ia menegaskan banjir di Serang Timur bukan semata soal curah hujan tinggi. Luapan sungai akibat selisih ketinggian daratan dan sungai yang tipis menjadi faktor lain.

"Iya luapan sungai, daratan dengan sungai itu hampir rata," tegas Feva.

Tanggul 20 Km dari Jembatan Jayanti hingga Kopo

Selain waduk atau embung, Feva mendorong pembangunan tembok penahan tanah di sepanjang bantaran sungai. Perhitungannya, bentang yang perlu ditangani mencapai hampir 20 kilometer.

"Kalau kita hitung dari Jembatan Jayanti sampai titik di Kopo itu kurang lebih hampir 20 kilo. Kalau TPT itu ada, wilayah Serang Timur masih dianggap zona aman," jelasnya.

Pembangunan tanggul itu membutuhkan koordinasi lintas daerah. Pemkab Serang perlu bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang karena kawasan sungai yang ditangani berada di perbatasan kedua wilayah.

Perahu Karet hingga Talud Darurat Belum Cukup

Feva juga menyoroti kesiapan sarana dan prasarana BPBD Kabupaten Serang. Sejumlah kebutuhan penanganan darurat dinilai masih perlu ditingkatkan agar bantuan bagi warga terdampak bisa diberikan cepat.

"Kalau dibilang banyak kekurangan ya sudah pasti. Sejak dini kita harus berbenah. Anggaran di BPBD harus ada, ditambah program yang jelas," katanya.

Perahu karet, tenda pengungsian, dan talud darurat disebut sebagai perlengkapan yang perlu mendapat perhatian. Keterbatasan stok menyulitkan penanganan ketika banjir melanda beberapa wilayah sekaligus.

"Banjir kan tidak hanya di timur saja, banyak wilayah lain yang terdampak," pungkasnya.

Feva berharap Pemkab Serang tidak hanya memperkuat kesiapsiagaan saat bencana terjadi. Pencegahan jangka panjang lewat pembangunan infrastruktur, perencanaan anggaran, dan koordinasi lintas daerah dinilai sama pentingnya.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: radarbanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top