Mahasiswa Pecinta Alam UIN Banten Salurkan Ribuan Liter Air Bersih ke Warga Kaduela Pandeglang yang Terdampak Kekeringan

Penulis: Ramli Siregar  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:43:32 WIB
Warga Desa Kaduela, Pandeglang, mengantre dengan wadah penampungan untuk memperoleh air bersih dari mobil tangki yang disalurkan Mahasiswa Pecinta Alam (MAHAPEKA) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Minggu (24/8).

PANDEGLANGKekeringan yang melanda kawasan Cadasari membuat sumur-sumur warga Desa Kaduela mengering. MAHAPEKA UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten merespons kondisi itu dengan menerjunkan mobil tangki berisi ribuan liter air bersih ke tengah permukiman warga, Minggu (24/8).

Warga tampak antusias membawa wadah penampungan air untuk mengantre di titik distribusi yang telah ditentukan. Bantuan ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pokok harian seperti memasak, minum, dan sanitasi di tengah sulitnya mendapatkan air layak konsumsi.

Bukan Sekadar Mendaki Gunung, tapi Hadir Saat Warga Kesulitan

Ketua Umum MAHAPEKA UIN Banten, Mursal Bomel, menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa terhadap persoalan sosial-lingkungan yang terjadi di sekitarnya. Ia menyebut kecintaan terhadap alam tidak berhenti pada kegiatan ekspedisi atau pendakian.

"Mencintai alam bukan hanya tentang mendaki gunung, tetapi juga hadir di tengah masyarakat saat persoalan lingkungan berdampak pada kehidupan mereka. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban warga sekaligus memantik pihak lain untuk peduli," ujar Mursal di Serang, Minggu (24/8).

Apresiasi Pemerintah Desa dan Harapan Solusi Jangka Panjang

Langkah cepat yang dilakukan mahasiswa pencinta alam ini mendapat apresiasi dari pemerintah desa setempat. Kehadiran bantuan logistik air dinilai sangat berarti bagi warga yang selama beberapa pekan terakhir kesulitan mendapatkan sumber air bersih.

Lewat aksi ini, MAHAPEKA UIN Banten turut mendorong adanya kolaborasi jangka panjang antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat. Kolaborasi itu dinilai penting untuk merumuskan solusi berkelanjutan terkait pengelolaan sumber daya air di wilayah rawan kekeringan seperti Kabupaten Pandeglang.

Pandeglang sendiri merupakan salah satu daerah di Provinsi Banten yang kerap langganan kekeringan saat musim kemarau tiba. Kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur irigasi membuat sejumlah desa di wilayah selatan Banten sangat bergantung pada pasokan air dari luar saat kemarau melanda.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: inforadar.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top