BANTEN — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong penguatan ekosistem bullion bank sebagai jembatan untuk menarik emas masyarakat yang selama ini disimpan secara tradisional. Jika potensi 1.800 ton emas itu berhasil diintegrasikan ke sistem keuangan formal, akumulasi emas Indonesia berpeluang menyaingi negara-negara dengan cadangan terbesar di dunia.
"Kalau potensi emas fisik masyarakat sebesar 1.800 ton yang berada di bawah bantal berhasil masuk ke dalam sistem keuangan, posisi akumulasi emas Indonesia dapat bersaing dengan AS dan China," demikian pernyataan yang dikutip dari keterangan resminya.
Dorongan ini sejalan dengan operasional bullion bank yang kini tengah dikembangkan di dalam negeri. Layanan ini memungkinkan masyarakat untuk menyimpan, menabung, hingga menggadaikan emas melalui mekanisme perbankan yang lebih modern dan terukur.
Keberadaan bullion bank diharapkan menjadi solusi atas kebiasaan menyimpan emas secara fisik yang dinilai kurang produktif. Dengan skema yang terintegrasi, emas yang selama ini idle bisa dikelola menjadi instrumen keuangan yang mendukung perekonomian nasional.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Indonesia dinilai memiliki sumber daya emas yang melimpah, baik dari hasil tambang maupun kepemilikan masyarakat. Jika dikelola dalam satu ekosistem yang terpadu, akumulasinya akan tercatat resmi dan memperkuat fundamental ekonomi.
Posisi tersebut yang kemudian disebut-sebut mampu menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara pemegang cadangan emas terbesar. Saat ini, AS dan China dikenal sebagai dua negara dengan cadangan emas yang sangat besar.
Bagi masyarakat, keberadaan bullion bank memberikan alternatif penyimpanan emas yang lebih aman dibandingkan menyimpannya sendiri. Selain itu, emas yang dititipkan juga bisa menghasilkan nilai tambah melalui skema produk perbankan.
Bagi pelaku usaha, ekosistem ini membuka rantai bisnis baru, mulai dari jasa penyimpanan, pengelolaan, hingga perdagangan emas. Integrasi ini juga berpotensi meningkatkan likuiditas dan transparansi pasar emas nasional.
Pemerintah pun tengah mendorong sinergi antarinstansi agar ekosistem bullion bank bisa berjalan optimal. Dukungan regulasi dan infrastruktur menjadi kunci agar inisiatif ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi mampu merealisasikan potensi emas yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal.