SERANG — Gubernur Banten Andra Soni memastikan pengembangan pendidikan vokasi menjadi prioritas utama dalam menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di provinsi tersebut. Salah satu wujud konkretnya adalah menggagas pendirian SMK mitra industri yang terintegrasi langsung dengan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di kawasan pabrik.
Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 saat ini tengah melakukan studi kelayakan (feasibility study) di dua lokasi calon proyek percontohan. Dua kawasan industri itu adalah Modern Cikande di Kabupaten Serang dan Sawah Luhur di Kota Serang.
Studi kelayakan yang dilakukan mencakup aspek lokasi dan topografi, jumlah anak usia sekolah, hingga kondisi perekonomian masyarakat sekitar. Hasil kajian ini akan menentukan desain kurikulum dan kompetensi yang dibutuhkan pabrik-pabrik di sekitar sekolah.
“Pendidikan vokasi menjadi salah satu upaya untuk mencetak SDM yang unggul serta menekan TPT di Provinsi Banten,” kata Andra Soni di Serang, Jumat (14/8/2026).
Provinsi Banten memiliki sekitar 8.924 industri yang beroperasi, mulai dari skala kecil hingga besar. Dengan pola pendidikan yang terintegrasi, Gubernur berharap lulusan SMK tidak lagi kesulitan terserap sebagai tenaga kerja andal dan profesional.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat TPT Provinsi Banten pada Mei 2026 sebesar 6,48 persen, turun 0,11 poin dibandingkan Februari 2026. Total penduduk yang bekerja mencapai 5,88 juta orang, bertambah 57 ribu orang dalam tiga bulan terakhir.
Dari total penduduk usia kerja sebanyak 9,62 juta orang, sebanyak 6,29 juta orang masuk kategori angkatan kerja. Sisanya, sekitar 3,33 juta orang, merupakan bukan angkatan kerja.
Meski tren data menunjukkan perbaikan, Pemprov Banten tidak berhenti memperkuat daya saing tenaga kerja lokal. Selain proyek SMK mitra industri, kebijakan lain yang dijalankan adalah membuka pelatihan berbasis kompetensi di UPTD yang menyasar warga usia produktif.
Pemprov Banten juga meningkatkan kompetensi pendidikan vokasi serta mengoptimalkan sistem informasi lowongan kerja melalui Siloker dan Job Fair. Perluasan kesempatan kerja menjadi fokus utama agar penurunan angka pengangguran bisa berkelanjutan.
“Jadi persoalan lulusan SMK yang belum tertampung di dunia kerja itu bisa diselesaikan,” ujar Andra Soni menegaskan komitmennya untuk merealisasikan pendidikan vokasi yang menghubungkan langsung dunia pendidikan dengan dunia industri.