LEBAK — Pasokan beras dari petani lokal yang melimpah hingga akhir Agustus 2026 menjadi penopang utama stabilitas harga di tingkat pedagang eceran. Kondisi ini sekaligus meredam kekhawatiran warga akan lonjakan harga pangan saat musim kemarau, yang kerap terjadi di sejumlah daerah lain.
Berdasarkan data pemantauan Disperindag Kabupaten Lebak, harga beras medium KW 1 bertahan di angka Rp 13.400 per kilogram (kg). Sementara itu, beras medium KW 2 dijual Rp 12.800 per kg, dan beras medium KW 3 dipatok Rp 11.900 per kg. Angka-angka ini dinilai wajar dan tidak membebani daya beli masyarakat.
Yani menjelaskan, stabilitas harga ini tidak terlepas dari keberhasilan petani di sejumlah kecamatan penghasil padi di Lebak yang masih bisa memanen meski memasuki musim kemarau panjang. "Kita produksi beras melimpah dan tidak terdampak musim kemarau panjang," ujarnya kepada ANTARA di Lebak, Minggu.
Ia menambahkan, panen yang masih berlangsung hingga akhir Agustus membuat rantai pasok dari sentra produksi ke pasar tradisional tetap lancar. Hal ini menjadi faktor kunci yang mencegah terjadinya spekulasi harga di tingkat pedagang.
Selain beras, Disperindag Kabupaten Lebak mencatat sejumlah harga bahan pokok lainnya juga menunjukkan tren yang relatif stabil. Berikut rincian harga di pasar tradisional setempat:
Yani menegaskan bahwa jajarannya tidak akan berhenti melakukan pengawasan terhadap pergerakan harga bahan pokok. "Kami hingga kini terus mengoptimalkan pemantauan harga bahan pokok," katanya menjelaskan.
Pengawasan yang ketat ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga setelah masa panen berakhir. Disperindag juga berkoordinasi dengan Bulog setempat untuk memastikan ketersediaan cadangan pangan pemerintah jika sewaktu-waktu dibutuhkan intervensi pasar.