LEBAK — Perumdam Tirta Kalimaya Kabupaten Lebak menjamin pasokan air bersih bagi 33.000 pelanggannya tetap stabil di tengah musim kemarau panjang yang dipicu El Nino. Direktur Perumdam Tirta Kalimaya Nikmatullah menyatakan bahwa distribusi air ke konsumen berjalan tanpa hambatan signifikan.
"Kita berharap musim kemarau itu pasokan air bersih ke pelanggan berjalan lancar," kata Nikmatullah di Lebak, Selasa.
Musim kemarau yang berlangsung sejak Juni 2026 menyebabkan debit aliran sungai di Kabupaten Lebak menurun. Padahal, seluruh pasokan air bersih Perumdam Tirta Kalimaya bergantung pada air baku permukaan sungai.
Untuk mengantisipasi kekurangan, perusahaan melakukan pembersihan saluran dari sumber air baku sungai menuju sumur imtik. Sumur imtik berfungsi sebagai penampung sementara sebelum air dialirkan ke instalasi pengolahan air (IPA) untuk didistribusikan ke pelanggan.
"Kita hingga saat ini pendistribusian air bersih ke konsumen berjalan lancar dan tidak ada masalah saat musim kemarau," kata Nikmatullah.
Dari 33.000 pelanggan yang tersebar di sejumlah kecamatan, Perumdam Tirta Kalimaya diperkirakan meraup pendapatan sekitar Rp1 miliar per bulan. Perusahaan milik pemerintah daerah itu kini membuka peluang bagi investor untuk mengembangkan jaringan ke pelosok desa dan kawasan industri.
"Kita berharap investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) dapat menanamkan modalnya untuk pengembangan pasokan air bersih," ujar Nikmatullah.
Siti Samsiah, warga Komplek Pendidikan Rangkasbitung, mengapresiasi pelayanan Perumda Tirta Kalimaya yang tetap lancar meski kemarau melanda. Ia berharap kualitas air bersih yang diterima pelanggan tetap terjaga.
"Kita berharap pendistribusian air bersih agar tetap berkualitas untuk pelanggan, karena bagian pelayanan perusahaan daerah itu," kata Siti.