BANTEN — Proses pemilihan yang digelar pada Selasa (7/7/2026) berlangsung kompetitif dengan sejumlah kandidat yang memiliki rekam jejak kuat di internal organisasi. Dalam pidato perdana, Wiga menegaskan bahwa amanah ini bukan sekadar kemenangan, melainkan tanggung jawab untuk membawa startup industri Indonesia naik kelas di tengah perubahan dunia yang semakin cepat.
"Amanah ini bukan sekadar kemenangan dalam sebuah pemilihan, melainkan tanggung jawab untuk membawa startup industri Indonesia naik kelas. Kami ingin memperkuat posisi startup Indonesia di tengah perubahan dunia yang semakin cepat," ujar Wiga.
Wiga menargetkan STARFINDO tidak hanya menjadi tempat berhimpun pelaku startup, tetapi juga berperan sebagai penghubung antara inovasi nasional dengan peluang pasar internasional. Ia menyebut organisasi ini harus menjadi rumah inovasi industri Indonesia sekaligus jembatan menuju pasar global.
"Visi kami adalah menjadikan STARFINDO sebagai rumah inovasi industri Indonesia dan jembatan menuju pasar dunia. Organisasi ini harus mampu mendorong lahirnya startup yang tidak hanya berkembang di dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian dari rantai pasok global," katanya.
Di bawah kepemimpinannya, STARFINDO akan melakukan pembenahan tata kelola organisasi secara sistematis. Langkah konkret yang direncanakan meliputi peningkatan transparansi, digitalisasi sistem administrasi, serta pengambilan keputusan berbasis data.
Wiga menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, investor, dan pelaku startup menjadi faktor krusial dalam mempercepat pengembangan ekosistem inovasi nasional. Sinergi ini, menurutnya, dapat memperluas akses pendanaan, mempercepat adopsi teknologi, membuka pasar internasional, hingga mendorong hilirisasi inovasi di sektor industri.
Untuk periode kepengurusan 2026–2029, STARFINDO menargetkan penguatan ekosistem startup industri melalui tiga pilar utama. Pertama, peningkatan daya saing teknologi agar produk lokal mampu bersaing di tingkat global. Kedua, perluasan kemitraan internasional guna membuka akses pasar dan investasi. Ketiga, pengembangan inovasi yang memberikan nilai tambah nyata bagi perekonomian nasional.