TANGERANG — Jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Tangerang bertambah signifikan. Dari sebelumnya sekitar 61 ribu pelaku, kini menjadi 78 ribu pelaku. Lonjakan ini disebut sebagai salah satu indikator menguatnya ekonomi kerakyatan di daerah penyangga Jakarta tersebut.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan koperasi dan UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Menurutnya, aktivitas kedua sektor ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang yang mencapai 5,06 persen pada tahun 2025.
Peringatan Hari Koperasi ke-79 tahun 2026 mengusung tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya". Bupati Maesyal berharap momen ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi daerah. Ia menekankan bahwa roda perekonomian koperasi harus terus berjalan agar manfaatnya semakin besar bagi kesejahteraan masyarakat.
"Koperasi dan UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, roda perekonomian koperasi harus terus berjalan agar mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat," kata Bupati dalam keterangannya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen memperluas jangkauan program pemberdayaan koperasi dan UMKM. Bupati meminta Dinas Koperasi bersama perangkat daerah terkait untuk terus meningkatkan fasilitasi, pendampingan, dan pengembangan usaha. Targetnya, program ini bisa menjangkau seluruh desa dan kecamatan.
"Tentu melalui program pemberdayaan koperasi dan UMKM hingga menjangkau seluruh desa dan kecamatan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi," ujar dia.
Bupati juga mengajak seluruh pengurus, anggota, dan penggiat koperasi, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, untuk terus meningkatkan kinerja. Ia meminta organisasi koperasi berjalan sesuai prinsip dan anggaran dasar rumah tangga.
Selain mendorong pertumbuhan jumlah pelaku usaha, Pemkab Tangerang juga fokus pada aspek kualitas. Bupati menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah, khususnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, untuk melakukan monitoring dan pembinaan secara berkelanjutan. Langkah ini dinilai penting agar UMKM di Kabupaten Tangerang semakin berdaya saing.
"Saya meminta Dinas Koperasi bersama perangkat daerah terkait untuk terus meningkatkan fasilitasi, pendampingan, dan pengembangan koperasi maupun UMKM agar jumlahnya terus bertambah dan semakin berdaya saing," paparnya.