Kwarda Banten Dorong Program Ketahanan Pangan Keluarga di Kabupaten Tangerang, Sinergi Antarkwartir Diperkuat

Penulis: Ujang Rahmat  •  Senin, 13 Juli 2026 | 15:40:01 WIB
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Banten Prof. Suwaib Amiruddin (tengah) berfoto bersama jajaran Kwarcab Kabupaten Tangerang dalam kunjungan kerja untuk menyamakan persepsi program ketahanan pangan keluarga, Jumat (10/7/2026).

TANGERANG — Gerakan Pramuka di Banten tak lagi sekadar berkemah dan kegiatan alam terbuka. Kwarda Banten memastikan organisasi ini masuk ke ranah pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui program ketahanan pangan keluarga yang kini menjadi prioritas di seluruh Kwarcab.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Banten, Prof. Suwaib Amiruddin, menegaskan bahwa kunjungan ke Kwarcab Kabupaten Tangerang bertujuan membangun kesamaan langkah. Menurutnya, setiap program akan berjalan lebih efektif jika seluruh jajaran memiliki persepsi yang sama.

“Kita ingin ada penyamaan persepsi antara Kwartir Daerah dan seluruh Kwartir Cabang. Dengan visi yang sama, setiap program akan berjalan lebih efektif dan mampu memperkuat peran Gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan karakter,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Jumat (10/7/2026).

Ketahanan Pangan Keluarga: Bukan Sekadar Program Seremonial

Prof. Suwaib menjelaskan, program ketahanan pangan keluarga sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat kemandirian masyarakat. Ia mendorong agar inisiatif ini tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi benar-benar dijalankan di gugus depan.

“Pramuka tidak hanya berbicara soal kegiatan di alam terbuka, tetapi juga harus hadir menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, ketahanan pangan keluarga menjadi salah satu fokus yang akan terus didorong di seluruh Kwarcab,” katanya.

Ketua Kwarcab Kabupaten Tangerang, H. Adiyat Nuryasin, mengaku program serupa telah berjalan dan mendapat respons positif dari anggota Pramuka maupun warga. Ia berkomitmen menjadikan program ini sebagai gerakan bersama yang memberikan manfaat langsung.

Penghargaan Pramuka Garuda dan Dorongan Regulasi Afirmasi

Dalam pertemuan itu, Adiyat juga menyoroti pentingnya apresiasi bagi anggota berprestasi. Ia mendorong pemberian penghargaan Pramuka Garuda dan penghargaan bagi orang dewasa yang mengabdi pada organisasi.

“Kami berharap ada kebijakan yang memberikan afirmasi kepada anggota Pramuka berprestasi, misalnya menjadi salah satu pertimbangan dalam seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya maupun perguruan tinggi,” ujar Adiyat.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan motivasi agar pembinaan kepramukaan semakin berkualitas. Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan Orientasi Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) dan Kursus Mahir Dasar (KMD) secara berkelanjutan.

Optimalisasi Satuan Karya (Saka) dan Rumah Bersama

Prof. Suwaib mendorong optimalisasi peran Satuan Karya (Saka) di berbagai instansi pemerintah dan lembaga mitra. Menurutnya, keberadaan Saka akan efektif jika mendapat dukungan aktif dari Kwarcab melalui koordinasi lintas instansi.

“Kita ingin setiap Saka benar-benar hidup dan menjadi ruang pengembangan kompetensi anggota Pramuka sesuai bidangnya masing-masing. Karena itu diperlukan dukungan dan fasilitasi dari seluruh Kwarcab,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa Kwarda Banten harus menjadi rumah bersama bagi seluruh insan Pramuka. Semua unsur organisasi harus merasa memiliki sehingga semangat kolaborasi terus tumbuh dalam membangun Pramuka Banten yang lebih maju.

Kunjungan kerja ini diharapkan memperkuat sinergi antarkwartir dalam mewujudkan Gerakan Pramuka yang adaptif dan berdaya saing, khususnya melalui pendidikan karakter, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: pramuka.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top