TANGERANG — Ratusan warga yang mengungsi akibat kebakaran TPA Jatiwaringin mulai bisa bernapas lega. Setelah 11 hari penanganan intensif, BPBD Kabupaten Tangerang memastikan kobaran api yang melahap area seluas 15 hektare telah benar-benar padam.
"Iya betul sudah 100 persen padam," kata Achmad Taufik, Senin (13/7/2026).
Meski api telah padam, petugas masih bersiaga di lokasi. Mobil pemadam kebakaran akan terus melakukan penyiraman selama tiga hingga empat hari ke depan untuk mengantisipasi munculnya kembali bara api atau asap dari dalam timbunan sampah.
Operasi pemadaman yang berlangsung sejak 30 Juni 2026 ini melibatkan personel gabungan dari BNPB, BPBD Kabupaten Tangerang, TNI, Polri, serta relawan. Armada pemadam kebakaran dari seluruh wilayah Tangerang Raya juga dikerahkan untuk mempercepat proses penanganan.
Kendala utama pemadaman adalah titik api yang berada di dalam tumpukan sampah. Untuk menjangkaunya, petugas menggunakan dua metode sekaligus. Dari udara, tiga unit helikopter water bombing menjatuhkan air langsung ke area yang terbakar. Dari darat, tim menerapkan metode injeksi pipa yang menyemprotkan cairan konsentrat pemadam api atau flame freeze ke titik api di dalam timbunan.
Setelah operasi selesai, ketiga helikopter tersebut telah kembali ke pangkalan di Bandara Pondok Cabe, Kota Tangerang Selatan.
Asap pekat yang membumbung tinggi selama kebakaran memaksa 150 kepala keluarga meninggalkan rumah mereka. Para pengungsi saat ini menempati kantor desa di Desa Tanjakan Mekar dan Desa Mekarsari, dua desa yang berada di sekitar kawasan TPA Jatiwaringin.
Belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material akibat hangusnya area timbunan sampah dan dampak terhadap aktivitas warga masih dalam pendataan.
Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak menunggu lama untuk menyusun langkah pencegahan. Achmad Taufik menyebutkan bahwa pihaknya akan membangun embung di sekitar TPA sebagai sumber air cadangan untuk proses pemadaman jika kebakaran serupa terjadi lagi.
Selain embung, Pemkab Tangerang juga akan memasang jaringan hidran di kawasan TPA Jatiwaringin. "Di awal lima unit dulu," ujar Taufik. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat respons petugas jika titik api kembali muncul di masa depan.
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih berada di lokasi untuk memastikan proses pendinginan berjalan optimal dan tidak ada bara yang kembali menyala.