LEBAK — Anggota DPRD Provinsi Banten Supriadi menegaskan bahwa persoalan infrastruktur jalan menjadi faktor fundamental yang menghambat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Lebak. Menurut politikus dari Daerah Pemilihan Lebak itu, jalan rusak membuat rantai distribusi hasil pertanian terputus dan aktivitas ekonomi warga tidak berjalan optimal.
"Kalau saya turun ke masyarakat, permintaannya cuma dua, perbaikan jalan dan bantuan bibit pertanian," kata Supriadi, Minggu 12 Juli 2026.
Supriadi menjelaskan, kondisi jalan yang buruk membuat kendaraan pengangkut hasil pertanian kerap tidak bisa menjangkau lokasi-lokasi produksi di pedesaan. Akibatnya, petani kesulitan menjual hasil panen mereka ke pasar dengan harga yang layak.
"Kalau jalannya bagus, ekonomi masyarakat bergerak. Hasil pertanian bisa dijual, anak-anak juga lebih mudah berangkat sekolah," ujarnya.
Selain menghambat perekonomian, politisi tersebut menyoroti dampak infrastruktur buruk terhadap dunia pendidikan. Anak-anak di sejumlah wilayah di Lebak masih harus menempuh perjalanan yang sulit dan berbahaya untuk mencapai sekolah.
Supriadi meyakini bahwa pembangunan jalan merupakan langkah awal yang paling strategis untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan di Lebak. Ia mendesak agar pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
"Kalau jalannya bagus, ekonomi masyarakat bergerak. Hasil pertanian bisa dijual, anak-anak juga lebih mudah berangkat sekolah," tegasnya.
Anggota DPRD Banten itu berharap agar perbaikan jalan desa menjadi prioritas Pemprov Banten dan Pemkab Lebak. Dengan akses yang memadai, kesenjangan pembangunan antara Lebak dengan daerah lain di Provinsi Banten diharapkan dapat diperkecil.