BANTEN — USDT atau Tether adalah stablecoin yang dipatok 1:1 terhadap dolar AS. Artinya, pergerakan kursnya di pasar Indonesia identik dengan nilai tukar USD/IDR. Per 8 Juli 2026, berdasarkan data dari platform kripto berizin, 1 USDT setara dengan Rp17.900 hingga Rp18.000. Angka ini sedikit berbeda antarplatform karena faktor spread dan likuiditas.
Proses mencairkan USDT menjadi rupiah di tangan relatif sederhana. Pertama, buka aplikasi platform kripto terdaftar seperti Pluang, lalu masuk ke menu aset USDT. Pilih opsi "Jual", masukkan jumlah USDT yang ingin dicairkan—sebagian atau seluruhnya. Sistem akan menghitung otomatis nilai rupiah berdasarkan kurs real-time.
Setelah konfirmasi, saldo rupiah masuk ke akun platform. Langkah terakhir adalah menarik dana (withdraw) ke rekening bank atas nama sendiri. Proses ini biasanya selesai di hari kerja yang sama atau H+1. Sebaliknya, untuk membeli USDT dari rupiah, cukup pilih menu "Beli" pada aset yang sama.
Jumlah rupiah yang diterima tidak sama persis dengan kurs yang tertera di layar. Ada tiga komponen biaya yang memotong nilai bersih:
Membandingkan kurs bersih setelah semua potongan antarplatform lebih akurat ketimbang hanya melihat angka di halaman utama.
Karena USDT mengikuti dolar AS, nilainya dalam rupiah naik saat rupiah melemah. Sebaliknya, saat rupiah menguat, pemegang USDT akan mendapat lebih sedikit rupiah. Banyak investor memanfaatkan karakter ini sebagai hedging terhadap risiko depresiasi rupiah. Strategi ini lebih mudah dieksekusi lewat analisis grafik di platform seperti Pluang Web Trading.
Untuk kebutuhan dana mendesak, likuiditas USDT yang sangat tinggi—kapitalisasi pasarnya konsisten di jajaran terbesar aset kripto global—memungkinkan pencairan kapan saja, 24/7.
Empat kriteria utama memilih tempat konversi USDT: legalitas (terdaftar di OJK pasca transisi dari Bappebti), likuiditas (volume besar = spread tipis), keamanan aset (2FA, cold storage), dan kemudahan penarikan rupiah ke bank lokal. Pluang, misalnya, beroperasi dengan entitas berizin dan diawasi regulator.
Sebagai pembanding acuan nilai tukar dolar-rupiah, pengguna bisa mengecek kurs referensi JISDOR di situs Bank Indonesia. Hindari menukar USDT lewat perorangan atau jasa titip di media sosial—risiko penipuan dan pencucian uang tinggi.