BNPB Perpanjang Operasi Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin hingga Malam, Bagi Tiga Sektor

Penulis: Ujang Rahmat  •  Selasa, 07 Juli 2026 | 16:27:01 WIB
Tim gabungan memperpanjang operasi pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin hingga pukul 22.00 WIB.

TANGERANG — BNPB mengoptimalkan operasi pemadaman kebakaran lahan TPA Jatiwaringin dengan memperpanjang waktu kerja satuan tugas (satgas) darat. Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Djohan Darmawan menyatakan, penanganan kebakaran di lokasi ini membutuhkan metode khusus.

"Mulai hari ini, operasi pemadaman akan dioptimalkan hingga pukul 22.00 WIB untuk satgas darat. Tim Damkar dan Manggala Agni akan melakukan sistem injeksi dengan mesin untuk memasukkan air ke dalam tumpukan sampah," kata Djohan di Jakarta, Selasa.

Metode Injeksi dan Water Bombing Dikerahkan Serentak

BNPB mengombinasikan tiga metode pemadaman secara simultan. Injeksi bawah permukaan dilakukan untuk menjangkau titik api yang membara di dalam tumpukan sampah, sementara penyemprotan di atas permukaan dilakukan oleh satgas darat.

Dari udara, helikopter pengebom air atau water bombing terus dikerahkan untuk mematikan kobaran api secara menyeluruh. Keberadaan danau atau embung penampungan di dekat lokasi kebakaran menjadi faktor krusial yang mempercepat distribusi pasokan air.

Djohan menjelaskan, sumber air tersebut memudahkan helikopter dalam mengisi ember berukuran besar sekaligus menyuplai selang-selang pemadam di lapangan.

Tiga Sektor Operasional dan Puluhan Alat Berat Dikerahkan

Untuk memudahkan koordinasi, area pemadaman di dalam TPA Jatiwaringin dibagi secara ketat menjadi tiga sektor operasional utama, yaitu sektor utara, tengah, dan selatan. Pembagian ini memastikan tidak ada titik api yang terlewatkan.

Kekuatan personel gabungan di lapangan diperkuat oleh unsur BPBD se-Tangerang Raya, BNPB, TNI, Polri, Satgas Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta jajaran relawan kebencanaan. Mereka didukung penuh oleh armada berat yang meliputi 19 unit mobil pemadam kebakaran, empat unit mobil tangki air, delapan unit ekskavator, serta delapan unit buldozer.

Pelajaran bagi Daerah Lain Menghadapi Musim Kemarau 2026

Peristiwa kebakaran di TPA Jatiwaringin disebut sebagai momentum evaluasi bagi pemerintah daerah lain. Djohan mengingatkan agar kejadian ini menjadi pembelajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026.

"Peristiwa kebakaran lahan pembuangan akhir sampah Jatiwaringin hendaknya menjadi pembelajaran bagi pemerintah daerah lainnya untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026," ungkap Djohan.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus berupaya memadamkan api yang membakar tumpukan sampah di TPA tersebut. Operasi pemadaman diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top