Apple Home Tak Punya Fitur Serah Terima Smart Home ke Pemilik Baru, Ini Dampaknya

Penulis: Ujang Rahmat  •  Minggu, 05 Juli 2026 | 11:22:01 WIB
Pengguna Apple Home menghadapi kendala dalam serah terima kepemilikan smart home ke pemilik baru.

BANTEN — Seorang pengguna Apple asal luar negeri baru-baru ini membagikan pengalamannya saat menjual rumah yang sudah dilengkapi smart home. Ia memilih meninggalkan seluruh perangkat pintar tersebut untuk pembeli karena dinilai menambah nilai properti. Namun, proses serah terima kepemilikan digitalnya ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Penyebab Masalah: Tak Ada Opsi Transfer Kepemilikan

Menurut pengakuan pengguna tersebut, Apple Home tidak memiliki kategori pengguna “Owner” yang bisa ditransfer. “All Apple needs to do is to allow a third category of user who can be added to an Apple Home: Owner,” tulisnya dalam sebuah forum diskusi.

Ia menjelaskan bahwa solusi yang ada saat ini hanya bersifat sementara. Penjual bisa menambahkan pembeli sebagai “Resident” dan meninggalkan akses internet aktif selama beberapa pekan. Namun, status Resident tidak bisa melakukan semua hal yang bisa dilakukan Owner, seperti menambahkan HomePod, Apple TV, atau perangkat AirPlay.

Solusi Sementara yang Kurang Ideal

Untuk sementara, ia menambahkan pembeli sebagai “Resident” tambahan dan mengatur penyedia broadband agar layanan tetap aktif dua pekan setelah ia pindah. “That part went to plan, and everything worked for him on arrival. But it was only a temporary solution,” tulisnya.

Secara teori, solusi permanen bisa dilakukan jika pembeli menggunakan SSID dan kata sandi router yang sama. Namun, penjual harus tetap menjadi Owner, yang berarti ia masih memiliki akses penuh ke perangkat pintar rumah tersebut. Ini jelas menjadi risiko keamanan dan privasi, terutama untuk perangkat seperti kunci pintu.

Peran Philips Hue dalam Transisi

Keberuntungan masih berpihak pada pengguna tersebut karena ia menggunakan banyak produk Philips Hue. Semua skenario dan otomatisasi untuk lampu Hue sebenarnya tersimpan di bridge, bukan di aplikasi Apple Home. “All of the scenes and automations for these are actually stored in the bridge, and because I left that behind, then it was simple to transfer these to the new home,” jelasnya.

Sayangnya, metode ini tidak berlaku untuk hub Apple Home. Pengaturan rumah tetap terikat pada akun Apple, bukan pada perangkat kerasnya. Artinya, pembeli harus membuat ulang seluruh pengaturan dari awal jika tidak ada solusi resmi.

Apa yang Bisa Apple Lakukan?

Pengguna tersebut mengusulkan solusi sederhana: Apple cukup menambahkan kategori pengguna “Owner” yang bisa ditransfer. Proses ini harus menampilkan peringatan, dan saat disetujui, status Owner sebelumnya akan diturunkan menjadi Resident. Dengan begitu, penjual tetap bisa mengakses selama masa transisi, lalu pembeli bisa menghapus aksesnya kapan saja.

“It makes absolutely no sense for a key selling point of a home to just cease working as soon as the new owner moves in,” tegasnya. Masalah ini diprediksi akan semakin umum seiring pertumbuhan adopsi smart home di seluruh dunia.

Hingga saat ini, Apple belum memberikan tanggapan resmi terkait usulan fitur transfer kepemilikan Apple Home. Namun, diskusi di kalangan pengguna teknologi menunjukkan bahwa fitur ini sangat dinantikan, terutama bagi mereka yang menjual properti dengan ekosistem smart home terintegrasi.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top