Hutama Karya Rampungkan Sekolah Rakyat di Cilandak, Pandeglang, dan Lebak Sebelum Tahun Ajaran Baru Juli 2026

Penulis: Tedy Rustandi  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 16:48:01 WIB
Pembangunan Sekolah Rakyat di Cilandak, Pandeglang, dan Lebak hampir rampung menjelang Juli 2026.

JAKARTA SELATAN — Tiga titik pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang digarap PT Hutama Karya (Persero) di DKI Jakarta dan Banten menunjukkan progres mendekati 100 persen. Proyek yang menjadi bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini dirancang untuk memutus rantai kemiskinan struktural melalui akses pendidikan layak bagi keluarga prasejahtera.

Kesiapan tercepat terlihat di SR DKI Jakarta yang berlokasi di Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Berdiri di atas lahan seluas 2,94 hektare dengan total luas bangunan mencapai 29.529 meter persegi, sebagian besar gedung kini dalam tahap penyelesaian akhir. Target fungsional seluruh fasilitas ditetapkan pada 10 Juli 2026, tepat sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Fasilitas Terpadu dari SD hingga SMA di Satu Kawasan

SR di Cilandak mencakup gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, rumah susun guru, masjid, gedung serbaguna, kantin, serta berbagai fasilitas penunjang belajar mengajar. Sisa pekerjaan saat ini meliputi pengecatan, pemasangan daun pintu dan jendela, serta finishing plafon.

Sementara itu, pembangunan SR Banten berlangsung di dua titik: Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Masing-masing berdiri di atas kawasan luas dan asri seluas 11,26 hektare dan 8,89 hektare. Kedua proyek kini memasuki tahap penyelesaian akhir dengan prioritas pada fasilitas pendukung pembelajaran agar segera fungsional.

3 Shift Nonstop Demi Kejaran Waktu

Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menegaskan bahwa penyelesaian tepat waktu menjadi prioritas utama. “Fokus kami memastikan setiap fasilitas SR benar-benar fungsional dan aman digunakan tepat pada tahun ajaran baru. Kecepatan yang kami kejar tidak pernah kami tukar dengan kualitas,” ujar Hamdani.

Untuk mengejar target tersebut, seluruh titik proyek dikerjakan dengan skema tiga shift selama 24 jam nonstop. Jumlah tenaga kerja ditambah secara bertahap setiap pekan hingga mencapai puncak kebutuhan menjelang 7 Juli 2026. Hingga awal Juli, lebih dari ribuan pekerja telah dikerahkan di tiga lokasi SR DKI Jakarta dan Banten.

Fokus Akhir: Arsitektur dan Instalasi MEP

Pada tahap ini, pekerjaan berfokus pada penyelesaian arsitektur gedung serta instalasi mekanikal-elektrikal-plumbing (MEP) di dalam bangunan. Perapihan area lansekap dan akses menuju bangunan juga terus dikebut agar kawasan pendidikan terpadu ini benar-benar siap digunakan.

Hamdani menambahkan bahwa peran BUMN konstruksi tidak berhenti pada mendirikan gedung. “Melalui pembangunan Sekolah Rakyat, Hutama Karya berkomitmen mengawal program prioritas Presiden untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, sejalan dengan Asta Cita Pemerintah,” tutupnya.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: topbusiness.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top