BANTEN — Bloomberg melaporkan bahwa Apple tengah mengembangkan empat varian iPad Pro generasi terbaru yang dijadwalkan meluncur pada musim semi 2027. Keempat model tersebut kemungkinan besar masih mengusung konfigurasi yang sudah familiar: layar 11 inci dan 13 inci, masing-masing tersedia dalam varian Wi-Fi saja atau Wi-Fi + Cellular.
Alih-alih menghadirkan perubahan desain radikal, fokus utama pembaruan kali ini adalah peningkatan performa. Bocoran paling menarik adalah rencana Apple untuk menyematkan sistem pendingin uap atau vapor chamber ke dalam iPad Pro.
Teknologi vapor cooling sebenarnya bukan barang baru. iPhone 17 Pro Max yang dirilis September lalu sudah lebih dulu mengadopsinya. Sistem ini bekerja dengan ruang tertutup berisi cairan (air deionisasi) dan anyaman logam di dalam perangkat. Saat suhu naik, cairan menguap dan membawa energi panas ke sisi yang lebih dingin. Setelah mengembun, cairan kembali ke area yang lebih panas untuk memulai siklus pendinginan lagi.
Keterlambatan penerapan teknologi ini di iPad Pro masuk akal. Model iPad Pro terakhir yang dirilis pada 2025 memiliki ketebalan hanya 5,1 mm—menjadikannya perangkat tertipis yang pernah dibuat Apple. Memasukkan prosesor sekelas desktop ke dalam sasis setipis itu membuat tablet rawan mengalami thermal throttling saat menjalankan beban kerja berat.
Selain pendinginan yang lebih baik, iPad Pro 2027 kemungkinan besar akan ditenagai prosesor M7. Pasalnya, ada indikasi kuat Apple akan melewati lini M6 Pro dan M6 Max dan langsung beralih ke M7 untuk jajaran MacBook Pro tahun depan. Mengingat chip M5 sebelumnya dirilis bersamaan di MacBook Pro 14 inci dan iPad Pro pada 2025, pola yang sama sangat mungkin terulang.
Kombinasi chip M7 dan vapor cooling disebut-sebut sebagai gebrakan performa ganda (one-two punch) yang bakal membuat iPad Pro tetap menjadi salah satu tablet terbaik di pasaran.
Keputusan Apple untuk menambah sistem pendingin aktif tentu membawa konsekuensi. Untuk mengakomodasi vapor chamber, Apple mungkin harus merancang ulang bodi iPad Pro menjadi lebih tebal dari versi saat ini yang hanya 5,1 mm. Ini adalah trade-off yang harus dihadapi oleh tim insinyur Apple.
Bagi pengguna yang membeli iPad Pro untuk keperluan profesional—seperti editing video, rendering 3D, atau menjalankan aplikasi AI—performa stabil tanpa overheating jelas lebih penting daripada ketipisan bodi. Sementara itu, pengguna yang mengutamakan portabilitas dan desain ramping masih bisa beralih ke iPad Air, yang menurut banyak reviewer masih menjadi rekomendasi tablet terbaik untuk sebagian besar orang.
Jika kabar ini benar, iPad Pro 2027 akan menjadi pilihan ideal bagi kreator konten, desainer, dan profesional yang membutuhkan daya komputasi maksimal tanpa khawatir performa menurun karena panas. Dengan pendinginan yang lebih baik dan prosesor generasi terbaru, tablet ini siap menyaingi laptop sekalipun.
Namun, bagi pengguna yang hanya butuh tablet untuk konsumsi konten, browsing, dan tugas ringan, iPad Air tetap menjadi pilihan yang lebih masuk akal dari segi harga dan portabilitas.