SERANG — Tanda kehormatan Samkarya Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo Subianto diterima langsung oleh Polda Banten pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kinerja institusi dalam penegakan hukum, khususnya di bidang sumber daya alam dan distribusi energi.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, penghargaan tersebut diraih setelah pihaknya berhasil membongkar praktik tambang ilegal serta penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi. Kedua kasus itu dinilai telah mengakibatkan kerugian negara yang signifikan.
"Atas berbagai capaian tersebut, Polda Banten menerima tanda kehormatan Samkarya Nugraha Sakanti dari Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan dan prestasi dalam pelaksanaan tugas," ujar Maruli dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7/2026).
Penghargaan tidak hanya datang dari pemerintah pusat. Menteri Perhubungan, Gubernur Banten, dan Ketua DPRD Provinsi Banten juga memberikan apresiasi kepada Polda Banten. Penghargaan itu diberikan atas keberhasilan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Selama periode mudik, Polda Banten disebut berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas hingga 58 persen. Pelanggaran lalu lintas juga turun sebesar 69 persen, meskipun volume kendaraan dan jumlah penumpang mengalami peningkatan.
Di bidang reserse kriminal, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten mengungkap 212 kasus pencurian dari total 267 laporan polisi. Tingkat penyelesaian perkara mencapai 79 persen.
Sementara itu, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika lintas provinsi. Barang bukti yang diamankan mencapai lebih dari 73 kilogram, terdiri dari sabu, ganja, dan cartridge vape yang mengandung etomidate.
Selain penegakan hukum, Polda Banten juga menggenjot program ketahanan pangan. Program penanaman jagung memanfaatkan potensi lahan lebih dari 3.100 hektare. Hasil panen yang sudah diserap oleh Bulog mencapai hampir 1.200 ton.
Program pembangunan infrastruktur juga berjalan. Melalui Program Jembatan Merah Putih Presisi, sebanyak 58 dari target 65 jembatan telah selesai dibangun. Sisanya masih dalam tahap pengerjaan.
Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga menunjukkan hasil melampaui target. Dari target awal 18 unit, kini telah terdaftar 76 SPPG.
Di sisi lain, Program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) telah dilaksanakan sebanyak enam gelombang dengan total 567 peserta. Program ini merupakan bagian dari upaya Polda Banten dalam membantu mengurangi angka pengangguran di wilayah hukumnya.