TANGERANG SELATAN — Dua garda terdepan layanan kesehatan warga, Tim Ngider Sehat Premium dan kader posyandu, kini diperkuat perannya oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Mereka tidak hanya bertugas mendampingi ibu hamil dan memantau balita, tetapi juga diminta aktif mengidentifikasi kebutuhan spesifik masyarakat di lapangan, seperti pemberian makanan tambahan (PMT) dan pemeriksaan kesehatan anak secara berkala.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyebut kedua tim ini sebagai tulang punggung pemerintah dalam menjangkau warga secara langsung. “Seluruh infrastruktur yang menunjang penurunan stunting, termasuk ketersediaan pangan, gizi, hingga lingkungan yang sehat harus terus diperkuat,” kata Benyamin di Tangerang, Selasa.
Ia menambahkan, keberhasilan program kesehatan tidak bisa dicapai pemerintah sendirian. Kolaborasi dengan kader dan Tim Ngider Sehat Premium dinilai krusial karena mereka bekerja langsung di tengah komunitas, mulai dari memberikan edukasi hingga mendukung pelaksanaan posyandu.
Langkah ini bukan sekadar formalitas. Dengan identifikasi yang lebih tajam, pemerintah bisa merespons cepat kebutuhan warga—mulai dari anak yang terindikasi kurang gizi hingga ibu hamil yang memerlukan pendampingan khusus. Data dari lapangan diharapkan menjadi dasar bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menyusun program intervensi yang tepat sasaran.
“Anak-anak adalah aset bangsa yang paling berharga. Masa depan Tangerang Selatan ada di tangan mereka. Karena itu, kita harus memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki daya saing,” ujar Benyamin.
Pemkot Tangsel tidak hanya mengandalkan kader. Benyamin menegaskan penguatan kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus dilakukan. Mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, hingga instansi terkait pangan dan lingkungan hidup disinergikan untuk mendukung program penurunan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan anak.
Tim Ngider Sehat Premium sendiri merupakan inovasi layanan kesehatan keliling yang digagas Pemkot Tangsel. Bersama kader posyandu yang sudah lama menjadi pilar pos pelayanan terpadu, mereka diharapkan mampu mendekatkan akses kesehatan hingga ke lingkungan tempat tinggal warga tanpa perlu warga datang ke puskesmas.