BANTEN — OpenAI bersiap menyuntikkan perubahan fundamental ke dalam produk andalannya, ChatGPT. Menurut laporan Financial Times, antarmuka baru untuk asisten AI ini akan mulai diperkenalkan dalam beberapa pekan mendatang, dimulai dari versi situs web dan aplikasi seluler. Transformasi ini bukan sekadar ubahan kosmetik, melainkan pergeseran posisi produk dari alat percakapan menjadi "super app" multifungsi.
Alih-alih hanya menjawab pertanyaan, ChatGPT yang didesain ulang akan mendorong pengguna untuk mengerjakan tugas yang lebih kompleks. Laporan tersebut menyebutkan fitur-fitur baru akan mencakup alat bantu menulis kode (coding tools), pembuatan gambar (image generation), serta integrasi dengan aplikasi pihak ketiga seperti Canva dan Booking.com. Langkah ini menandai ambisi OpenAI untuk bersaing langsung dengan aplikasi super seperti WeChat atau bahkan Google Workspace.
OpenAI sebelumnya sudah mulai membangun fondasi untuk langkah ini. Pada Maret lalu, Wall Street Journal dan CNBC melaporkan bahwa perusahaan sedang menggarap aplikasi desktop yang akan menyatukan ChatGPT, peramban web (browser), dan aplikasi Codex. Sebelumnya, OpenAI juga telah memperkenalkan direktori aplikasi di dalam ChatGPT yang secara otomatis terhubung ke layanan populer seperti Spotify dan Dropbox.
Meski pengguna gratis tetap menjadi basis pemakai yang besar, target utama dari perubahan besar ini adalah perusahaan. Financial Times melaporkan bahwa OpenAI ingin menarik lebih banyak pengguna korporasi yang akan menyebarkan ChatGPT ke seluruh tenaga kerja mereka. Model bisnis ini dinilai jauh lebih menguntungkan dibandingkan hanya mengandalkan langganan individu.
Peningkatan pendapatan dari sektor enterprise ini menjadi krusial karena OpenAI dikabarkan memiliki rencana untuk melantai di bursa (go public) pada September tahun ini. Tekanan untuk menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang stabil dan prospek bisnis yang jelas menjadi alasan utama di balik perubahan strategi produk yang agresif ini.
Langkah OpenAI ini juga merupakan upaya untuk tetap kompetitif di tengah persaingan ketat dengan rival utamanya, Anthropic. Perusahaan di balik model Claude tersebut juga baru-baru ini mengumumkan niatnya untuk meluncurkan penawaran saham perdana. Dengan kata lain, dua raksasa AI ini sedang berlomba tidak hanya dalam hal kecanggihan model, tetapi juga dalam kekuatan finansial dan basis pelanggan korporat untuk memenangkan hati investor di pasar modal.
Untuk pengguna di Indonesia, perubahan ini patut dicermati. Jika berhasil, ChatGPT bukan lagi sekadar asisten penjawab pertanyaan, melainkan alat produktivitas harian yang bisa mengerjakan desain poster, memesan tiket perjalanan, hingga membantu menulis kode program—semua dalam satu jendela yang sama.