BANTEN — Setelah memberikan kode lewat teaser akhir pekan lalu, BYD Malaysia akhirnya mengonfirmasi bahwa pasar Malaysia akan mendapatkan versi facelift Atto 3 yang disebut Evo. Model ini berbeda dengan versi yang dijual di Hong Kong yang hanya mengubah eksterior dan interior tanpa menyentuh motor dan baterai. Informasi ini disampaikan langsung melalui unggahan resmi BYD Malaysia yang dikutip Paul Tan's Automotive News.
Perubahan paling mendasar ada pada sektor penggerak. BYD Atto 3 Evo kini menggunakan motor listrik di roda belakang (rear-wheel drive) yang menghasilkan 313 PS (230 kW) dan torsi 380 Nm. Angka ini melonjak 109 PS dan 70 Nm dari model sebelumnya yang berpenggerak depan.
Berkat tenaga tambahan ini, akselerasi 0-100 km/jam tembus 5,5 detik—hampir dua detik lebih cepat dari pendahulunya. Untuk menunjang performa, BYD menyematkan baterai Blade LFP berkapasitas 74,8 kWh, naik dari 60,48 kWh. Hasilnya, jarak tempuh WLTP meningkat 90 km menjadi 510 km untuk varian RWD.
Kejutan lain datang dari perubahan arsitektur kelistrikan ke sistem 800 volt. Kapasitas pengisian daya DC (DC fast charging) melonjak dari 88 kW menjadi 220 kW. Dengan daya sebesar itu, waktu pengisian dari 10 persen ke 80 persen hanya butuh 25 menit—turun drastis dari 40 menit pada model lama, meski kapasitas baterai lebih besar.
BYD juga tidak menyebutkan kehadiran varian dual-motor all-wheel-drive yang lebih bertenaga (449 PS, 0-100 km/jam dalam 3,9 detik) untuk pasar Malaysia. Hal ini mengindikasikan varian tersebut tidak akan diboyong ke sana.
Perubahan teknis lain meliputi sektor kaki-kaki. BYD mengganti suspensi belakang dari model four-link menjadi five-link yang lebih kompak. Hasilnya, ruang bagasi bertambah 50 liter menjadi 490 liter, dan dapat diperluas hingga 1.360 liter saat kursi baris kedua dilipat. Kini terdapat pula front boot berkapasitas 101 liter berkat motor yang dipindah ke belakang.
Secara tampilan, BYD Atto 3 Evo mengadopsi ubahan yang mirip dengan versi Hong Kong. Bemper depan dan belakang bergaya lebih sporty dengan elemen tusks sewarna bodi, grafik segitiga pada lampu belakang, dan pilar D hitam yang lebih ramping. Velg 18 inci bergaya turbin dengan finishing abu-abu juga menjadi pembeda. Port pengisian daya pindah ke sisi belakang, dan emblem "BYD Design" di spatbor depan dihilangkan.
Di dalam kabin, perubahan juga cukup menyeluruh. Dasbor memiliki desain yang lebih rata, setir baru ala BYD Atto 2 dengan pemindah gigi di kolom kemudi, serta layar sentuh 15,6 inci yang kini tidak bisa diputar. Layar instrumen membesar menjadi 8,8 inci dari sebelumnya hanya 5 inci. Konsol tengah didesain ulang dengan dua tempat ponsel.
Fitur hiburan juga ditingkatkan dengan kehadiran layanan Google bawaan seperti Google Maps, Google Assistant, YouTube, dan Play Store. BYD Atto 3 Evo akan hadir dalam status CBU (completely built-up) karena rencana perakitan lokal (CKD) BYD di Malaysia masih dalam ketidakpastian.
Dengan segala peningkatan ini, harga BYD Atto 3 Evo diprediksi akan jauh lebih mahal dari model sebelumnya. Pabrikan menyebut performa dan kecanggihan teknisnya bahkan melampaui BYD Sealion 7. Namun, karena unit tiba sebelum kebijakan baru CBU EV Kementerian Investasi, Perdagangan, dan Industri (MITI) berlaku pada 1 Juli, Atto 3 Evo untuk sementara tidak terkena aturan yang menetapkan harga minimum RM300.000.