BANTEN — Wakil Presiden dan General Manager ChromeOS, John Maletis, mengungkapkan rencana tersebut dalam wawancara dengan Chrome Unboxed. "Kami selalu berfokus pada teknologi yang memungkinkan produktivitas dan akses informasi tanpa memandang harga. Seiring waktu, harga akan turun, tetapi perangkat pertama ini benar-benar premium," ujar Maletis.
Saat pertama kali diperkenalkan awal bulan ini, Googlebooks diposisikan sebagai laptop premium bertenaga Gemini yang berbasis Android. Posisi ini langsung memicu pertanyaan tentang nasib Chromebook, sistem operasi ChromeOS yang selama bertahun-tahun menjadi andalan Google di segmen pendidikan dan komputasi murah.
Kini, pernyataan Maletis memberikan jawaban jangka panjang. Jika Googlebooks benar-benar merambah ke rentang harga yang sama dengan Chromebook, batas antara kedua lini produk ini akan semakin tipis. Googlebooks menawarkan aplikasi Android, fitur AI Gemini, dan pengalaman laptop yang lebih modern — keunggulan yang tidak dimiliki Chromebook generasi lama.
Di Indonesia, Chromebook telah menjadi pilihan utama di banyak sekolah dan institusi pendidikan karena harganya yang murah dan kemudahan pengelolaan. Jika Googlebooks hadir dengan harga setara, sekolah-sekolah ini akan dihadapkan pada pilihan baru: tetap setia pada Chromebook atau beralih ke ekosistem yang lebih kaya fitur.
Belum ada kepastian kapan model Googlebooks murah akan dirilis atau berapa kisaran harganya. Namun, sinyal dari Google sudah jelas: perusahaan tidak akan selamanya bergantung pada Chromebook. "Kami mungkin tidak lagi membutuhkan Chromebook selamanya jika Googlebooks pada akhirnya menyasar segmen harga yang sama," tulis Android Authority dalam analisisnya.
Meski begitu, Google memastikan tidak akan meninggalkan pengguna Chromebook saat ini secara tiba-tiba. Perusahaan mengonfirmasi bahwa Chromebook baru masih akan diluncurkan hingga tahun depan, dan perangkat yang sudah beredar tetap mendapat pembaruan perangkat lunak jangka panjang.
Yang lebih menarik, Google juga akan mengizinkan beberapa Chromebook untuk bermigrasi ke pengalaman Googlebook. Artinya, pengguna lama tidak perlu membeli perangkat baru untuk menikmati sebagian fitur yang ditawarkan oleh sistem operasi terbaru ini.
Pernyataan Maletis ini menegaskan bahwa Googlebooks bukan sekadar produk eksperimental, melainkan fondasi strategi laptop Google untuk satu dekade ke depan. Chromebook, yang pernah menjadi revolusi di ruang kelas, kini perlahan mulai dipersiapkan untuk masa pensiun.