TANGERANG — Tren hunian premium di Indonesia tak lagi sekadar soal luas bangunan atau lokasi strategis. Kini, efisiensi energi dan teknologi pintar menjadi faktor penentu, sebagaimana ditunjukkan oleh klaster terbaru Sinar Mas Land di Bekasi.
CEO Residential National Sinar Mas Land Prasetijo Tanumihardja menyebut Bekasi sebagai salah satu pusat pertumbuhan hunian modern terintegrasi di timur Jakarta. “Hal tersebut didorong oleh pesatnya pembangunan infrastruktur transportasi, ekspansi kawasan industri serta meningkatnya tren sustainable living,” ujarnya di Tangerang, Selasa.
Konektivitas menjadi kunci. Grand Wisata yang merupakan township seluas 1.100 hektare ini terhubung langsung dengan Tol Jakarta-Cikampek, JORR I & II, LRT, dan KCIC Jakarta-Bandung melalui shuttle bus terintegrasi. Tiga akses gate, termasuk North Gate yang langsung menuju Tol KM21, menambah nilai strategis kawasan.
Klaster Giva menawarkan empat tipe hunian—Giva 8, 9, 10, dan 12—yang dirancang oleh Steve Handoko dari Stairs Architect. Tipe terbesar, Giva 12, memiliki luas tanah 264 m² dan bangunan 302 m² dengan lima kamar tidur, lima kamar mandi, garasi khusus, serta taman lebih luas.
Setiap unit dilengkapi panel surya untuk mengurangi konsumsi listrik dari jaringan utama. Teknologi smart home memungkinkan penghuni mengontrol pencahayaan, CCTV, dan sistem keamanan lewat ponsel. “Kombinasi beragam fitur ini menjadikan Giva sebagai hunian yang nyaman, efisien, dan berkelanjutan,” kata Prasetijo.
Fasilitas kawasan mencakup private clubhouse dengan kolam renang outdoor dan anak, lapangan tenis, fitness center, dan lapangan futsal. Penghuni juga bisa memanfaatkan The Kaia Boulevard untuk berjalan santai atau bersepeda di ruang terbuka hijau.
Prasetijo menambahkan bahwa segmen hunian premium saat ini menunjukkan pergeseran preferensi menuju luxurious premium living. “Kami meyakini bahwa Giva tidak hanya menawarkan nilai hunian yang unggul dari sisi desain, lokasi, dan fasilitas, tetapi juga memiliki prospek investasi jangka panjang yang kuat,” ujarnya.
Klaster ini berdekatan dengan pusat perbelanjaan Living World Grand Wisata, Artotel, Eka Hospital, Rumah Sakit Hermina, Go! Wet Waterpark, serta sekolah Islam Al-Azhar, IPEKA, dan Notre Dame. Kombinasi akses pendidikan, kesehatan, dan rekreasi inilah yang membuat kawasan ini diminati keluarga kelas menengah atas.
Apakah harga Rp3 miliar-Rp7 miliar sudah termasuk pajak?
Informasi tersebut belum dirinci pihak pengembang. Calon pembeli disarankan menanyakan langsung ke pemasaran Grand Wisata terkait skema pembayaran, termasuk BPHTB dan PPN.
Bagaimana prospek investasi properti di Bekasi ke depan?
Pembangunan infrastruktur seperti LRT dan KCIC diprediksi terus mendorong permintaan hunian, khususnya di kawasan township terintegrasi seperti Grand Wisata. Namun, investor perlu mencermati suku bunga KPR dan kebijakan pemerintah di sektor properti.