JAKARTA — Kehadiran BYD M6 DM di pasar otomotif Indonesia masih menyisakan tanda tanya besar soal harga jual resminya. Meski Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) mobil ini sudah terdaftar dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 11 Tahun 2026, angka tersebut bukanlah patokan yang dibayar konsumen saat membeli mobil baru.
NJKB BYD M6 DM tercatat mulai Rp 104 juta untuk varian terendah (MEH-FWD-10T) hingga Rp 123 juta untuk varian tertinggi. Namun, angka itu hanyalah harga dasar kendaraan sebelum dikenakan pajak dan pungutan resmi negara. Agar bisa mengantongi STNK dan BPKB, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam.
Setidaknya ada lima komponen biaya yang ditambahkan ke NJKB. Pertama, PKB dengan tarif maksimal 1,2 persen sesuai UU No. 1 Tahun 2022, atau 2 persen jika domisili di Jakarta. Kedua, BBNKB yang tarifnya mencapai 12 persen, bahkan bisa 20 persen di daerah provinsi tanpa kabupaten/kota.
Ketiga, PPN sebesar 12 persen dari harga dasar. Keempat, PPnBM yang besaran tarifnya tergantung tingkat emisi kendaraan. Kelima, biaya administrasi seperti cetak pelat nomor, STNK, BPKB, dan SWDKLLJ.
Jika seluruh komponen diakumulasikan, total pungutan bisa mencapai sekitar 40 persen dari NJKB. Belum termasuk margin keuntungan diler dan biaya distribusi. Secara matematis, harga OTR BYD M6 DM sangat mungkin tembus Rp 300 jutaan saat dijual ke konsumen.
Meski begitu, strategi harga BYD di Indonesia kerap tak terduga. Saat meluncurkan Atto 1, BYD justru membanderol mobil listrik mungil itu di bawah NJKB-nya. NJKB Atto 1 tercatat Rp 218 juta, namun harga jual resminya hanya Rp 195 juta untuk varian terendah.
Pertanyaan kini beredar di kalangan pengamat otomotif: apakah BYD akan mengulang strategi "banting harga" pada M6 DM demi merajai segmen MPV keluarga di Indonesia? Pasalnya, segmen MPV listrik masih sangat terbatas dan persaingan harga menjadi kunci utama.
Jika BYD memutuskan menjual M6 DM di bawah estimasi Rp 300 jutaan, maka mobil ini bisa menjadi pilihan paling terjangkau di kelasnya. Namun, jika tidak, konsumen harus bersiap dengan harga yang melambung jauh dari NJKB yang terlihat murah di atas kertas.
Kepastian harga resmi BYD M6 DM baru akan diketahui saat peluncuran resmi. Publik dan calon pembeli masih menanti apakah BYD akan kembali bermain dengan strategi harga agresif atau mengikuti perhitungan pajak standar yang membuat harganya melambung.