BANTEN — Kepastian ini mengakhiri penantian panjang suporter Arsenal yang telah berlangsung lebih dari dua dekade. Terakhir kali klub asal London Utara itu menjadi yang terbaik di Inggris pada musim 2003/2004 — musim di mana mereka mengukuhkan diri sebagai The Invincibles.
Dalam laga di Vitality Stadium, Bournemouth tampil mengejutkan. Mereka unggul lebih dulu melalui gol Eli Junior Kroupi pada menit ke-39. Manchester City baru bisa menyamakan kedudukan di masa injury time babak kedua lewat eksekusi Erling Haaland.
Hasil imbang itu membuat koleksi poin Man City mentok di angka 78. Sementara Arsenal yang berada di puncak klasemen sudah mengoleksi 82 poin. Dengan hanya menyisakan satu laga, keunggulan empat poin tersebut tak lagi bisa dikejar oleh pasukan Pep Guardiola.
Kepastian juara memberi keuntungan taktis bagi Mikel Arteta jelang partai puncak Liga Champions. Arsenal dijadwalkan menjalani laga pekan terakhir Liga Inggris melawan Crystal Palace. Laga itu tak lagi memiliki arti penting bagi posisi mereka di klasemen.
Kondisi ini memungkinkan Arteta mengistirahatkan pemain-pemain bintangnya. Bukayo Saka, Martin Odegaard, dan Declan Rice diprediksi bakal duduk di bangku cadangan. Langkah ini krusial untuk menjaga kebugaran tim menghadapi PSG yang diyakini akan tampil dengan kekuatan penuh.
Gelar Liga Inggris musim ini bukan sekadar trofi ke-14 bagi Arsenal. Ini adalah bukti bahwa proyek jangka panjang bersama Mikel Arteta akhirnya membuahkan hasil manis. Kini, tantangan berikutnya adalah mengangkat trofi Liga Champions di akhir bulan ini.