BANTEN — Teknologi robotika telah terbukti memiliki aplikasi luas di berbagai sektor, termasuk manufaktur dan kesehatan. Kini, saatnya bagi teknologi ini untuk bertransformasi dari inovasi menjadi hal yang biasa. Seiring dengan perkembangan teknologi internet dan smartphone yang telah mengubah budaya lokal dan internasional, robotika juga akan mengalami normalisasi.
Perubahan paling signifikan dalam teknologi terjadi ketika teknologi tersebut menjadi hal yang umum. Kita telah menyaksikan hal ini dengan munculnya internet dan kini dengan AI. Sebentar lagi, robotika, yang juga dikenal sebagai "embodied AI," akan mengikuti jejak yang sama. Ketika sistem robot ini diterapkan di industri dan rumah tangga, itu menandakan bukan hanya inovasi, tetapi normalisasi, yang dapat mengubah definisi pekerjaan itu sendiri.
Implementasi solusi robotik memerlukan lebih dari sekadar keputusan untuk mengadopsi teknologi baru. Diperlukan pengembangan infrastruktur data, lingkungan pemeliharaan, dan standar perangkat lunak yang mendukung. Dalam hal ini, infrastruktur fisik akan menjadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan embodied AI. Selain itu, narasi bahwa "robot mengambil pekerjaan" perlu ditantang. Sebaliknya, robot diharapkan dapat mengotomatisasi tugas tertentu, memungkinkan karyawan untuk fokus pada aspek yang lebih kompleks.
Ekonomi global telah beralih ke model langganan, yang berpotensi menghadirkan "robot-as-a-service" sebagai alternatif untuk pembelian robot sekali pakai. Dengan cara ini, akses ke robot menjadi lebih terjangkau, namun juga meningkatkan ketergantungan pada platform tertentu. Hal ini menjadikan akses robot lebih mirip sebagai layanan jangka panjang dibandingkan barang rumah tangga baru.
Tantangan teknis utama di dunia robotika kini bukan lagi seberapa mampu robot menyelesaikan tugas, tetapi seberapa aman dan konsisten mereka dapat beroperasi dalam skala besar. Meskipun demonstrasi telah menunjukkan aplikasi embodied AI, keandalan dalam jangka waktu panjang masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa robot tidak beroperasi secara terpisah, melainkan bagian dari sistem yang lebih besar.
Dengan pendekatan sistematis ini, industri dapat memasuki fase di mana AI dan robotika tersedia secara fisik dan siap digunakan. Munculnya embodied AI di Indonesia berpotensi membawa perubahan besar, tidak hanya dalam cara kita bekerja tetapi juga dalam cara kita melihat fungsi robot di masyarakat.