BANTEN — Yangwang U9 buatan BYD sudah sampai ke tangan pembeli dengan kemampuan melompat berkat suspensi hidraulik DiSus-X, sementara Tesla Roadster yang bisa melayang baru dijanjikan produksi 2028. Harga Yangwang U9 mencapai USD2,76 juta atau sekitar Rp49,4 miliar dengan produksi dibatasi hanya 30 unit. Selisih empat tahun antara janji dan kenyataan ini jadi inti persaingan dua mobil listrik paling eksentrik saat ini.
Tesla memperkenalkan Roadster generasi terbaru pada Kamis (15/10/2026). Mobil ini membawa pendorong gas dingin (cold-gas thruster), sistem gaya tekan berbasis kipas, dan atraksi melayang yang jadi sorotan utama peluncuran. Elon Musk menyebut produksi baru dimulai pada 2028.
Di sisi lain, Yangwang U9 dari BYD sudah melompat lebih dulu. Mobil listrik bertenaga lebih dari 3.000 tenaga kuda ini bukan konsep atau prototipe panggung, melainkan kendaraan yang sudah dikirim ke pembeli.
Kemampuan melompat Yangwang U9 bertumpu pada suspensi hidraulik DiSus-X. Sistem ini mengatur tinggi rendah tiap roda secara independen, termasuk membuat bodi terangkat dari permukaan jalan.
Tenaga lebih dari 3.000 HP menempatkan U9 di jajaran mobil produksi terkuat di dunia. Produksinya dibatasi 30 unit, dan itu yang membuat posisinya sebagai barang langka, bukan mobil massal.
Roadster terbaru mengandalkan pendorong gas dingin dan sistem gaya tekan berbasis kipas untuk atraksi melayang. Teknologi ini secara teknis berbeda dari pendekatan hidraulik Yangwang.
Masalahnya soal waktu. Produksi Roadster baru dimulai 2028, artinya masih sekitar dua tahun dari pengumuman ini. Pembeli yang ingin merasakan sensasi melayang harus menunggu.
Varian Rocket yang disebut siap mengudara juga punya batasan ketat. Kursinya hanya satu, dikelilingi pendorong, khusus bagi undangan, dan belum diizinkan melintas di jalan raya.
Status varian Rocket sebagai kendaraan khusus undangan dan belum legal di jalan raya membuatnya lebih dekat ke atraksi ketimbang mobil produksi. Ini bukan kendaraan yang bisa dipakai berangkat kerja atau mudik.
Perbandingan ini penting karena pembeli mobil puluhan miliar rupiah biasanya mencari kendaraan yang bisa dinikmati, bukan sekadar tontonan di panggung peluncuran.
BYD menjual Yangwang U9 dengan klaim kemampuan yang sudah bisa dibuktikan pembeli. Tesla masih menjual janji Roadster 2028 dengan demonstrasi di panggung.
Dari sisi harga, Yangwang U9 di USD2,76 juta berada di wilayah hypercar. Angka itu setara sekitar Rp49,4 miliar dengan kurs yang disebut di bahan. Tesla belum mengumumkan harga final Roadster versi produksi.
Yang perlu diperhatikan, keduanya sama-sama menyasar ceruk sangat kecil. Yangwang U9 hanya 30 unit, sementara Roadster varian Rocket dibatasi untuk undangan. Tidak ada dari keduanya yang benar-benar bisa dibeli bebas oleh konsumen umum.
Bagi penggemar otomotif, duel ini menarik karena menunjukkan dua pendekatan berbeda: BYD mengeksekusi lebih dulu dengan suspensi hidraulik, Tesla memilih teknologi pendorong gas dan kipas yang lebih spektakuler tapi tertunda. Siapa yang benar soal masa depan mobil listrik eksentrik, jawabannya baru jelas setelah 2028.