NVIDIA RTX Spark Bawa CPU Arm 20 Core dan GPU Blackwell ke Laptop Windows

Penulis: Ramli Siregar  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:05:31 WIB
NVIDIA resmi memperkenalkan RTX Spark, sistem-on-chip yang menggabungkan CPU Arm Grace, GPU Blackwell, dan memori terpadu untuk laptop Windows.

BANTEN — NVIDIA resmi memperkenalkan RTX Spark, sistem-on-chip yang menggabungkan CPU Arm Grace hingga 20 core, GPU Blackwell, dan memori terpadu sampai 128 GB untuk laptop Windows. Chip ini diklaim dua kali lebih efisien dibanding laptop Intel Core Ultra 9 285H dengan GPU diskrit RTX 5070 saat bermain game di 60 watt. RTX Spark menyasar pengguna yang butuh tenaga komputasi tinggi tanpa harus selalu terhubung ke colokan listrik.

RTX Spark hadir lewat kerja sama NVIDIA dan Microsoft, dan akan mengisi beberapa laptop Windows musim gugur ini, termasuk Surface Laptop Ultra. Ini pertama kalinya CPU Arm bertenaga tinggi disatukan dengan teknologi GPU Blackwell serta memori terpadu berkecepatan tinggi dalam satu chip. Bagi pengguna Windows, kehadiran RTX Spark membuka jalan menuju efisiensi kelas chip Arm di PC kelas atas, sementara jajaran chip Qualcomm terbaru sudah lebih dulu mengisi segmen menengah dan bawah.

Spesifikasi Inti RTX Spark

Konfigurasi tertinggi RTX Spark mencakup 20 core CPU Arm Grace yang terbagi menjadi 10 core performa dan 10 core efisiensi. Sektor grafisnya ditangani GPU Blackwell dengan hingga 6.144 core CUDA, didampingi memori terpadu LPDDR5x berkapasitas sampai 128 GB pada kecepatan 9.400 Mbps.

NVIDIA juga menyiapkan varian yang sedikit lebih rendah, yakni 18 core CPU dan 5.120 core GPU. Chip ini membawa tensor core generasi kelima, ray tracing core generasi keempat, dan video engine Blackwell yang mendukung encoding serta decoding AV1 UHQ dan 4:2:2.

Fitur Unggulan: AI Lokal hingga Gaming 1440p

Kapasitas memori terpadu yang besar menjadi nilai jual utama RTX Spark. Pengembang dan peneliti AI bisa menjalankan model besar secara lokal, misalnya model dengan 125 miliar parameter seperti Qwen3.8-Flash-Next, tanpa bergantung pada layanan cloud. Langkah ini berpotensi menekan pengeluaran untuk token AI berbasis cloud atau menggantinya sepenuhnya.

Microsoft turut memperkuat ekosistem ini dengan dukungan perangkat AI di Windows 11, termasuk Perplexity, serta cara penyiapan agen AI seperti OpenClaw dan GitHub Copilot yang lebih sederhana. Seorang peneliti yang ditemui NVIDIA mengaku iri karena rekannya bisa menjalankan model AI dengan mudah di laptop Mac modern, dan ia antusias bisa melakukan hal serupa di notebook Windows.

Untuk gaming, RTX Spark mengandalkan GPU Blackwell sehingga membawa fitur kartu RTX 50-series, termasuk dukungan DLSS 5. NVIDIA menyebut performanya setara RTX 5070 dan menargetkan resolusi 1440p sebagai fokus utama. Mode performa baru untuk DLSS Frame Generation diklaim mampu mendorong Cyberpunk 2077 hingga 280 fps dengan 6x frame generation, dibanding 213 fps tanpa mode tersebut, meski belum jelas apa yang dikorbankan untuk mencapai lonjakan itu.

Efisiensi Daya di Atas Baterai

NVIDIA mengklaim RTX Spark dua kali lebih efisien dibanding laptop dengan Intel Core Ultra 9 285H dan GPU diskrit RTX 5070 saat bermain game di 60 watt. Sistem berbasis GPU diskrit memang bisa menawarkan performa lebih tinggi, tetapi konsumsi dayanya juga jauh lebih besar.

Efisiensi ini membuat PC bisa bekerja secepat saat terhubung listrik meski sedang berjalan di atas baterai. Dalam sesi singkat bersama Surface Laptop Ultra, performa Gears of War: E-Day di atas baterai tidak menunjukkan penurunan berarti, dengan tampilan tetap mulus di 1440p dan pengaturan grafis tinggi.

Pengguna yang hampir selalu terhubung ke listrik dan jarang membawa laptop bepergian mungkin tidak merasakan manfaat besar dari sistem RTX Spark. Namun bagi yang butuh pekerjaan kreatif serius saat berpindah tempat, peningkatan efisiensi ini jadi pembeda yang signifikan.

Keterbatasan yang Perlu Diketahui

Karena berbasis Arm, RTX Spark tidak bisa menjalankan semua game Windows secara native. Kompatibilitas aplikasi dan game tetap menjadi catatan penting sebelum memutuskan membeli perangkat berbasis chip ini.

RTX Spark paling cocok untuk pengembang AI, kreator konten, dan gamer yang menginginkan laptop Windows tipis dengan tenaga besar tanpa harus selalu bergantung pada daya listrik. Pengguna yang hanya butuh pekerjaan kantor ringan atau selalu bekerja di meja dengan colokan tersedia mungkin belum perlu merogoh kocek lebih untuk sistem berbasis chip ini.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top