SERANG — Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyebut Pulau Tunda sebagai salah satu wilayah yang belum mendapatkan akses listrik penuh meski rasio elektrifikasi daerah itu sudah menyentuh 99,9 persen. Selama puluhan tahun, warga di pulau tersebut hanya bisa menikmati listrik sekitar 12 jam. Kondisi itu dinilai menghambat aktivitas harian masyarakat, mulai dari pendidikan hingga usaha lokal.
Pemkab Serang sebelumnya berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten untuk membahas persoalan kelistrikan di Pulau Tunda. Aspirasi itu kemudian disampaikan kepada Komisi XII DPR. Dari upaya tersebut, Pulau Tunda akhirnya masuk dalam rencana program Listrik Desa (Lisdes) pada 2027.
Masuknya pulau ini ke program nasional menjadi dasar penyiapan PLTS komunal sebagai sumber listrik utama. Pemerintah daerah menargetkan pembangunan rampung dan listrik 24 jam bisa menyala sesuai jadwal.
Manager PLN UP3 Banten Utara Hasudungan Siahaan mengatakan Pulau Tunda direncanakan mendapatkan layanan melalui PLTS komunal. Menurutnya, penggunaan PLTS menjadi salah satu pilihan yang sesuai untuk wilayah kepulauan tersebut.
Kendati demikian, waktu pasti pembangunan belum ditentukan. PLN masih melakukan perencanaan sekaligus mengejar kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan program pada 2027.
Jika terealisasi, akses listrik 24 jam diharapkan dapat mendukung aktivitas warga Pulau Tunda. Beberapa sektor yang diproyeksikan terdampak langsung antara lain pendidikan, pelayanan masyarakat, usaha lokal, serta kegiatan pariwisata di kawasan tersebut.
Selama ini, keterbatasan pasokan listrik membuat sejumlah aktivitas warga harus menyesuaikan waktu. Pelaku usaha kecil, misalnya, hanya bisa beroperasi pada jam-jam tertentu ketika listrik menyala.
Kabupaten Serang tercatat memiliki 326 desa dengan rasio elektrifikasi 99,9 persen. Pulau Tunda menjadi salah satu wilayah terakhir yang belum menikmati listrik penuh. Penyediaan PLTS di pulau itu menjadi langkah menuju pemerataan akses energi di seluruh wilayah kabupaten.
Pemkab Serang menyatakan akan terus mengawal proses perencanaan bersama PLN agar target 2027 tidak mundur. Warga Pulau Tunda pun menantikan realisasi program yang menjanjikan listrik menyala tanpa jeda.