Artha Graha Peduli Kirim Terpal dan Buku ke Sekolah Darurat Pulau Longos

Penulis: Pandu Wibisono  •  Kamis, 24 September 2026 | 12:18:31 WIB
Siswa SDN Kampung Baru di Pulau Longos, Manggarai Barat, NTT, mengikuti kegiatan belajar di sekolah darurat beratap daun.

BANTEN — Artha Graha Peduli menyalurkan terpal, buku, dan alat tulis ke SDN Kampung Baru di Pulau Longos, Manggarai Barat, NTT, yang masih menjalankan kegiatan belajar mengajar di bawah atap daun. Bantuan disalurkan melalui Padar Heritage Conservation sebagai bagian dari dukungan bagi sekolah-sekolah terdampak bencana di wilayah tersebut. Penyaluran menyasar ruang belajar yang dinilai rentan terganggu saat musim hujan tiba.

Perwakilan Artha Graha Peduli, Yoanna Daely, menyatakan kekhawatiran terhadap keberlangsungan kegiatan belajar di sekolah darurat Pulau Longos. Menurutnya, kondisi ruang belajar yang masih beratapkan daun membuat proses belajar mengajar berisiko terganggu ketika curah hujan meningkat.

Ruang Belajar Beratap Daun Jadi Prioritas Bantuan

Tim AGP melalui Padar Heritage Conservation menyoroti kondisi SDN Kampung Baru yang hingga kini belum memiliki atap layak. Terpal disalurkan sebagai perlindungan sementara agar kegiatan belajar tetap bisa berjalan.

Selain terpal, para siswa menerima buku dan alat tulis untuk menunjang kebutuhan belajar sehari-hari. Bantuan diarahkan pada kebutuhan paling mendesak di sekolah yang masih berstatus darurat tersebut.

Bantuan Sebelumnya Menyasar SDN Wae Langka Lembor

Penyaluran ke Pulau Longos melanjutkan bantuan serupa yang lebih dulu diberikan kepada SDN Wae Langka, Lembor. Sekolah tersebut termasuk dalam daftar penerima yang masih membutuhkan fasilitas penunjang pendidikan.

Terpal juga disalurkan ke sejumlah titik lain, seperti Kampung Maras di Desa Wae Kanta, Lembor, serta Kampung Rareng di Desa Tanjung Boleng. Penyaluran menyebar ke beberapa permukiman yang terdampak bencana di Manggarai Barat.

Harapan agar Anak Tetap Semangat Belajar

Yoanna menyebut bantuan sederhana ini diharapkan menjaga semangat belajar anak-anak di tengah keterbatasan fasilitas. Ia berharap terpal dapat dimanfaatkan maksimal untuk melindungi ruang belajar.

"Sekolah darurat di Pulau Longos saat ini masih beratapkan daun. Kami khawatir ketika musim hujan tiba, kegiatan belajar mengajar akan terganggu. Karena itu, kami berharap bantuan terpal ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk melindungi ruang belajar dan mendukung anak-anak agar tetap dapat belajar dengan nyaman," ujar Yoanna.

"Ada terpal, serta sedikit buku dan alat tulis untuk murid-murid. Semoga bantuan sederhana ini dapat membantu kebutuhan mereka dan membuat anak-anak lebih semangat untuk belajar," tambahnya.

Dukungan bagi Pendidikan di Wilayah Terdampak Bencana

Penyaluran bantuan menjadi bagian dari kepedulian Artha Graha Peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah terdampak bencana. Bantuan tidak hanya menyasar kebutuhan mendesak, tetapi juga mendukung keberlangsungan aktivitas pendidikan bagi anak-anak.

Wilayah Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menjadi salah satu daerah yang memerlukan perhatian pada sektor pendidikan pascabencana. Kehadiran bantuan fasilitas belajar diharapkan menjaga kesinambungan proses belajar siswa di sekolah-sekolah darurat.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top