Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 17.505, Pasar Wait and See Data PPI AS

Penulis: Tedy Rustandi  •  Kamis, 10 September 2026 | 09:48:01 WIB
Rupiah dibuka menguat ke Rp 17.505 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

BANTEN — Merujuk data Bloomberg, rupiah sempat berbalik melemah ke Rp 17.512 per dolar AS pada pukul 09.08 WIB, turun 0,01% atau 1 poin. Namun secara keseluruhan, mata uang Garuda masih mencatat penguatan 0,69% dibandingkan penutupan dua hari sebelumnya di level Rp 17.632.

Analis Doo Financial Lukman Leong menilai pasar sedang dalam mode tunggu. Dua data yang menjadi fokus utama adalah penjualan ritel domestik dan inflasi produsen AS.

"Rupiah masih berpotensi menguat terhadap dolar AS, namun penguatan diperkirakan terbatas, dengan investor wait and see menantikan data penjualan ritel Juli Indonesia dan data inflasi produsen AS," kata Lukman.

Rentang Gerak Rupiah Hari Ini

Doo Financial memproyeksikan rupiah bergerak pada rentang Rp 17.450-Rp 17.600 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. Level tersebut mencerminkan ruang penguatan yang sempit di tengah ketidakpastian global.

Data PPI Agustus AS dijadwalkan rilis Kamis waktu setempat, disusul data inflasi konsumen (CPI) pada Jumat. Kedua rilis ini menjadi input krusial bagi The Fed sebelum rapat moneter 15-16 September 2026.

Ekspektasi The Fed Masih Sensitif

Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September sekitar 60%. Angka itu belum final dan sangat bergantung pada hasil dua data inflasi tersebut.

Jika PPI atau CPI AS keluar lebih tinggi dari perkiraan, dolar AS berpotensi kembali menguat dan menekan rupiah ke batas atas rentang proyeksi. Sebaliknya, data yang lebih lemah bisa memberi ruang apresiasi tambahan bagi mata uang domestik.

Sentimen Domestik Jadi Penyeimbang

Dari dalam negeri, data penjualan ritel Juli menjadi indikator penting untuk membaca daya beli masyarakat. Angka yang solid bisa menjadi penopang tambahan bagi rupiah di tengah tekanan eksternal.

Bagi pelaku pasar dan investor, kombinasi data domestik yang kuat dan inflasi AS yang terkendali akan menjadi skenario ideal untuk menjaga stabilitas nilai tukar dalam beberapa sesi ke depan. Investasi mengandung risiko.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top