BANTEN — Memantau berita tentang hujan abu vulkanik yang melanda DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Lampung tentu bikin hati waswas. Apalagi kalau Bunda termasuk yang tetap harus berangkat kerja dan menitipkan anak di daycare di tengah imbauan WFH. Tenang, Bunda tidak sendirian. Banyak orang tua lain yang juga menghadapi situasi yang sama.
Kuncinya adalah melakukan persiapan ekstra. Selain melindungi anak dari paparan abu di rumah, Bunda juga perlu memastikan daya tahan tubuhnya kuat karena daycare adalah tempat umum dengan risiko paparan kuman yang lebih tinggi.
Sebelum berangkat ke daycare, pastikan rumah menjadi tempat yang aman dari abu vulkanik. Dikutip dari CDC, langkah-langkah berikut bisa dilakukan untuk meminimalkan paparan:
Bekal makanan yang kaya nutrisi adalah tameng utama anak melawan penyakit. Konsep "makan pelangi" bisa jadi panduan praktis, Bunda. Sajikan aneka buah dan sayur berwarna-warni, biji-bijih utuh, serta sumber protein berkualitas.
Vitamin C dari jeruk atau stroberi dan Zinc dari daging atau kacang-kacangan sangat berperan penting dalam menjaga fungsi kekebalan tubuh anak. Pastikan menu bekalnya selalu bervariasi agar Si Kecil tidak bosan dan tetap lahap makan.
Hidrasi yang baik membantu tubuh menyalurkan oksigen ke sel dan membuang racun. Namun, mengajak balita aktif minum air putih memang butuh strategi. Bunda bisa melibatkan anak memilih botol minum favoritnya yang menarik untuk dibawa ke daycare.
Dengan begitu, minum air putih menjadi kegiatan yang menyenangkan dan ia lebih termotivasi untuk melakukannya sendiri. Pastikan botol minumnya sudah terisi penuh sebelum berangkat.
Tidur adalah waktu krusial bagi tubuh untuk memulihkan diri dan memperkuat sistem imun. Saat tidur nyenyak, tubuh melepaskan protein bernama sitokin yang membantu melawan infeksi dan peradangan. Kurang tidur dapat menurunkan produksi protein pelindung ini.
Pastikan Si Kecil tidur lebih awal di malam hari agar ia bangun dengan segar dan siap beraktivitas. Tidur yang cukup juga membuat anak lebih fokus dan tidak rewel selama di daycare.
Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir adalah pertahanan pertama melawan kuman. Ajarkan Si Kecil untuk selalu mencuci tangan sebelum makan dan setelah bermain. Jelaskan dengan cara yang menyenangkan, misalnya sambil menyanyikan lagu favorit.
Selain itu, penting juga mengajarkan etika batuk dan bersin yang benar. Ajarkan untuk menutup mulut dan hidung dengan lipatan siku, bukan telapak tangan, untuk mencegah penyebaran kuman ke teman-temannya.
Vaksinasi adalah langkah krusial yang tidak boleh terlewat. Vaksin membantu tubuh anak membangun kekebalan spesifik terhadap penyakit berbahaya. Pastikan jadwal imunisasi Si Kecil selalu lengkap dan tepat waktu sesuai rekomendasi dokter anak.
Dengan imunisasi yang lengkap, risiko anak tertular penyakit serius di tempat umum seperti daycare bisa ditekan secara signifikan.
Penelitian menunjukkan kejadian penyakit saluran pernapasan sering meningkat di beberapa bulan pertama anak masuk daycare. Jika anak menunjukkan gejala seperti batuk terus-menerus, demam, atau kesulitan bernapas, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter.
Terlebih di kondisi hujan abu, gejala iritasi pernapasan perlu mendapat perhatian ekstra. Sebaiknya anak diistirahatkan di rumah sampai kondisinya membaik untuk mencegah penularan dan mempercepat pemulihan.
Menitipkan anak di daycare saat kondisi tidak menentu memang membutuhkan keberanian ekstra. Dengan persiapan yang tepat dan komunikasi yang baik dengan pengelola daycare, Bunda bisa tetap tenang bekerja sambil memastikan Si Kecil tetap sehat dan ceria. Selamat beraktivitas, Bunda!