Glowcation: 6 Destinasi Perawatan Kulit dari Seoul sampai Islandia

Penulis: Ujang Rahmat  •  Jumat, 04 September 2026 | 13:38:31 WIB
Ritual mandi tradisional di Beppu, Jepang, memanfaatkan mata air bawah tanah dengan kandungan mineral berbeda di tiap kawasan.

BANTEN — Glowcation tidak selalu identik dengan prosedur klinis. Sebagian traveler menjadikan ritual mandi tradisional dan apotek lokal sebagai alasan utama bepergian. Enam destinasi berikut menawarkan pengalaman itu dengan cara berbeda, dari sentuhan teknologi sampai warisan budaya yang dirawat selama berabad-abad.

1. Seoul, Korea Selatan

Seoul menghabiskan hampir dua dekade membangun infrastruktur sebagai pusat dermatologi dunia. Di Apgujeong Rodeo Street, traveler bisa menemukan gedung-gedung yang seluruhnya berisi klinik perawatan kulit. Perawatan seperti skin booster, suntikan hidrasi Rejuran dan Juvelook, serta laser toning tersedia dengan biaya yang relatif terjangkau.

Bila ingin berbelanja produk kecantikan, Myeongdong adalah tempat paling praktis. Kawasan ini dipadati gerai Olive Young dan toko K-beauty independen yang menjual berbagai produk perawatan wajah dan kesehatan kulit.

2. Beppu, Jepang

Di Beppu, Pulau Kyushu, mandi air panas terasa seperti eksperimen ilmiah. Kota ini terbagi menjadi delapan kawasan pemandian air panas, masing-masing bersumber dari mata air bawah tanah yang berbeda. Kandungan mineralnya pun berbeda, sehingga mandi di dua lokasi yang berbeda bisa memberikan efek yang berbeda pula pada kulit.

3. Paris, Prancis

Keunggulan Paris terletak pada apoteknya. Seorang apoteker di Prancis wajib menempuh pendidikan minimal enam tahun di bidang farmakologi dan kimia sebelum boleh melayani pelanggan di balik meja apotek. Tak heran, nasihat yang diberikan selalu berbasis ilmu.

Apotek dengan simbol plus hijau mudah ditemukan di hampir setiap sudut jalan. Salah satu yang paling populer adalah Citypharma di kawasan Saint Germain des Prés. Toko bertingkat ini menjual hampir semua merek perawatan kulit Prancis dalam satu atap.

4. Blue Lagoon, Islandia

Blue Lagoon ternyata berawal dari air buangan pembangkit listrik tenaga panas bumi

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top