Perubahan Drastis Seleksi Petugas Haji 2027: Tes Tak Perlu ke Jakarta, Ini Tahapan yang Harus Dilalui Calon PPIH

Penulis: Tedy Rustandi  •  Kamis, 03 September 2026 | 21:25:32 WIB
Berikut adalah 5 caption foto berita yang sesuai dengan permintaan Anda:

TANGERANG — Mekanisme baru ini membuat proses seleksi petugas haji tahun depan jauh berbeda dibanding periode sebelumnya. Jika dahulu peserta harus menempuh perjalanan ke Jakarta untuk mengikuti tes, kini seluruh tahapan dapat dijalani di kota atau kabupaten asal masing-masing.

"Nah, kita kerja sama dengan BKN. Jadi, banyak perubahan drastis dalam rekrutmennya," ujar Dahnil saat meninjau pelaksanaan seleksi di Asrama Haji Grand El Hajj, Cipondoh, Tangerang, Kamis (3/9/2026).

75.000 Pendaftar Berebut 1.000 Kursi Petugas Haji

Dahnil mengungkapkan minat masyarakat terhadap profesi petugas haji tahun ini sangat tinggi. Hingga penutupan pendaftaran, tercatat 75.000 orang mendaftar, namun kuota yang tersedia jauh lebih sedikit.

"Sampai dengan hari ini sudah ditutup dan yang daftar itu ada 75.000 orang. Nanti yang akan diterima enggak sampai 1.000-an petugas haji," kata Dahnil.

Angka tersebut menunjukkan tingkat persaingan yang ketat. Dari total pendaftar nasional, hanya sekitar 1,3 persen yang bakal lolos menjadi petugas haji.

Tes CAT Serentak di 36 Titik BKN Seluruh Indonesia

Salah satu wujud desentralisasi seleksi terlihat pada pelaksanaan ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT). Sebanyak 3.220 calon PPIH dari unsur Tenaga Kesehatan (Nakes) mengikuti ujian ini secara serentak di 36 titik lokasi BKN pada Senin (31/8/2026).

Kasubdit Penyiapan, Pemetaan dan Rekrutmen Petugas Haji, Ihsan Faisal, menyebut seleksi berlapis ini merupakan komitmen pemerintah menyaring petugas yang profesional dan amanah. Petugas haji dinilai sebagai ujung tombak pelayanan jemaah di Tanah Suci.

"Petugas haji adalah ujung tombak pelayanan ke jemaah. Sesuai arahan pimpinan, proses rekrutmen harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan profesional sejak tahap awal untuk memastikan petugas yang dihasilkan betul-betul siap melayani," ujar Ihsan.

Empat Tahapan Seleksi Menanti Peserta

Rekrutmen petugas haji tahun ini mengadopsi empat tahapan seleksi utama. Prosesnya berjenjang dan saling terkait untuk memastikan kualitas final calon petugas.

Tahapan pertama adalah verifikasi administrasi dan kelengkapan dokumen. Peserta yang dinyatakan lolos kemudian berhak mengikuti ujian CAT berbasis komputer.

Hasil ujian CAT diumumkan pada Selasa (1/9/2026). Peserta yang dinyatakan lulus melanjutkan ke tahap ketiga, yakni evaluasi hasil pemeriksaan kesehatan menyeluruh atau Medical Check-Up (MCU) yang dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 8 September.

Diklat Intensif 30 Hari Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Setelah dinyatakan sehat melalui MCU, calon petugas yang memenuhi syarat mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH. Ihsan menegaskan pelatihan ini digelar intensif selama 30 hari penuh untuk memastikan kesiapan fisik, mental, dan tata kelola pelayanan.

"Hasil MCU tersebut nantinya diverifikasi dan divalidasi kembali untuk menetapkan calon peserta yang berhak mengikuti diklat," tambah Ihsan.

Empat Petugas untuk Setiap Kloter

Proses penyaringan panjang ini bertujuan memenuhi formasi ideal di setiap kelompok terbang (kloter). Sesuai regulasi terbaru, setiap kloter akan didampingi empat orang PPIH yang bertugas melayani jemaah sejak keberangkatan hingga kepulangan.

"Untuk petugas kesehatan di kloter ada dua orang, biasanya terdiri dari satu dokter dan satu perawat. Ditambah lagi petugas non-kesehatan, yaitu ketua kloter dan pembimbing ibadah, jadi total ada empat orang petugas dalam satu kloter," ucap Ihsan.

Saat ini proses seleksi tengah berada pada masa pemberkasan. Dahnil menambahkan, tahapan selanjutnya setelah pemberkasan adalah pelaksanaan tes CAT yang akan diumumkan hasilnya kepada publik.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top