KABUPATEN TANGERANG — Sebanyak 29 perwakilan TP-PKK kecamatan di Kabupaten Tangerang beradu kreativitas mengolah komoditas pangan lokal dalam Lomba Cipta Menu B2SA. Kegiatan ini digelar Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) bersama TP-PKK Kabupaten Tangerang di Gedung Serbaguna (GSG) Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang.
Para peserta mengolah berbagai bahan pangan lokal, mulai dari sayuran, umbi-umbian, buah-buahan, hingga ikan. Penilaian tidak hanya bertumpu pada tampilan menu, tetapi juga aspek gizi, keseimbangan pangan, keamanan, serta pemanfaatan bahan baku lokal.
Tahun ini, perlombaan terbagi dalam dua kategori. Pertama, menu sarapan dalam kemasan box untuk anak sekolah usia 7 hingga 9 tahun. Kedua, produk olahan pangan lokal komersial yang diarahkan untuk mendorong pengembangan usaha kecil agar menghasilkan produk inovatif dan berdaya saing.
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Ujang Sudiartono mengatakan lomba ini merupakan agenda tahunan untuk mendorong diversifikasi konsumsi pangan dengan memaksimalkan potensi lokal.
"Iya, lomba ini mendorong pemanfaatan dan pengolahan pangan lokal secara kreatif, sekaligus meningkatkan kapasitas ibu-ibu TP-PKK kecamatan dalam mengembangkan olahan pangan bergizi untuk keluarga, khususnya anak-anak," ujar Ujang.
Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Kabupaten Tangerang Yudiana menilai pengolahan pangan lokal secara kreatif memberi manfaat luas, mulai dari pemenuhan kebutuhan konsumsi keluarga hingga penguatan ketahanan pangan. Kabupaten Tangerang dinilai memiliki sumber daya pangan lokal yang beragam dan potensial untuk dikembangkan.
"Pemenuhan pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman merupakan bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berkualitas," kata Yudiana.
Menurutnya, pengembangan pangan lokal juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat apabila diolah menjadi produk bernilai tambah. Penilaian lomba dilakukan tiga juri yang berasal dari unsur akademisi, ahli gizi, dan chef.
DPKP Kabupaten Tangerang berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kompetisi, tetapi mendorong peserta menerapkan konsep B2SA dalam menu keluarga sekaligus mengembangkan produk pangan lokal bernilai ekonomi. Ajang ini juga diharapkan memperkuat jejaring TP-PKK antarkecamatan dalam mengedukasi masyarakat mengenai konsumsi pangan sehat dan pemanfaatan bahan pangan lokal.