BANTEN — Pemilik Samsung Galaxy S26 yang tengah mempertimbangkan ponsel baru punya opsi menarik: pindah ke Galaxy Z Fold. Perangkat ini bukan sekadar ponsel dengan layar lebih besar, melainkan perubahan cara kerja dan menikmati konten di perangkat genggam. Bagi yang aktivitas hariannya banyak melibatkan membaca, menonton, atau bekerja dari ponsel, Z Fold menawarkan nilai lebih yang tidak dimiliki S26.
Keunggulan paling jelas dari Z Fold adalah layar internalnya yang luas saat dibuka. Area tampilan ini memungkinkan pengguna menjalankan dua aplikasi secara bersamaan dengan nyaman, misalnya membalas email sambil melihat dokumen referensi.
Berbeda dengan Galaxy S26 yang mengandalkan satu layar, Z Fold memberikan kanvas kerja yang mendekati pengalaman tablet. Ini sangat membantu untuk kegiatan seperti mengedit foto, membuat catatan rapat, atau sekadar membaca artikel panjang tanpa sering scroll. Layar besar ini juga mengubah pengalaman menonton video menjadi lebih imersif.
Fitur multitasking pada Z Fold bukan sekadar membagi layar menjadi dua. Pengguna bisa membuka hingga tiga aplikasi sekaligus dalam satu layar, lengkap dengan kemampuan drag-and-drop antar aplikasi. Ini adalah peningkatan efisiensi yang nyata dibandingkan harus berpindah-pindah aplikasi di S26.
Kombinasi layar besar dan S Pen (jika didukung) menjadikan Z Fold alat yang tepat untuk mencatat tangan atau membuat sketsa. Bagi profesional yang sering presentasi atau berdiskusi, kemampuan berbagi layar dengan rekan kerja secara langsung dari perangkat menjadi nilai tambah yang substansial.
Konsumsi konten menjadi aktivitas yang berbeda di Z Fold. Membaca komik, majalah digital, atau dokumen PDF terasa natural karena ukuran layarnya mendekati kertas sebenarnya. Tidak perlu lagi memperbesar dan menggeser layar terus-menerus seperti di ponsel biasa.
Saat menonton film atau video YouTube, layar besar memberikan pengalaman sinematik. Meski ada bezel di area lipatan, otak dengan cepat mengabaikannya. Bagi yang sering menonton video sambil membaca notifikasi atau membalas pesan, Z Fold memungkinkan keduanya berjalan bersamaan tanpa mengganggu.
Meski harga awalnya lebih tinggi, Z Fold kini hadir dengan engsel yang lebih kokoh dan rating IP48 untuk ketahanan debu dan air. Ini menjawab keraguan lama tentang durabilitas ponsel lipat. Samsung juga terus memperbaiki mekanisme lipatan sehingga layar lebih rata saat dibuka.
Dari sisi nilai jual kembali, ponsel lipat premium cenderung mempertahankan harganya lebih baik di pasar bekas karena harganya yang tinggi sejak awal. Bagi yang memang membutuhkan perangkat untuk bekerja, peningkatan produktivitas yang ditawarkan sepadan dengan selisih harga terhadap S26.
Z Fold menawarkan fleksibilitas yang tidak ada di S26: kemampuan berdiri sendiri berkat engselnya. Pengguna bisa melipat sebagian layar untuk menopang ponsel, memungkinkan video call hands-free atau menonton video tanpa memegang perangkat.
Mode Flex ini juga berguna saat memotret. Ponsel bisa diletakkan di meja dengan kamera menghadap subjek, lalu pengguna menggunakan layar bagian bawah sebagai viewfinder dan kontrol. Ini membuka kemungkinan fotografi kreatif yang sulit dilakukan dengan ponsel biasa.
Kesimpulannya, keputusan berpindah dari Galaxy S26 ke Z Fold sangat bergantung pada kebutuhan. Jika aktivitas harian banyak melibatkan membaca, menulis, atau menonton dalam waktu lama, Z Fold memberikan pengalaman yang jauh lebih baik. Namun, jika prioritas utama adalah kamera terbaik atau ukuran ponsel yang ringkas, S26 tetap menjadi pilihan yang kompeten. Z Fold bukan untuk semua orang, tetapi bagi yang membutuhkan layar besar, perangkat ini adalah lompatan fungsional yang nyata.