Pemkab Serang Gandeng Kalbe Farma Tekan Stunting Lewat Edukasi Gizi dan Pemberantasan Fast Food

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 18:56:32 WIB
Pemkab Serang dan Kalbe Farma meresmikan kolaborasi penurunan stunting dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Serang.

SERANG — Pemerintah Kabupaten Serang menggandeng mitra swasta untuk memperkuat program penurunan stunting dan literasi gizi di kalangan keluarga. Kolaborasi ini diresmikan dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tingkat Kabupaten Serang yang didukung oleh Kalbe Farma melalui produk Sakatonic.

Bupati: Orang Tua Garda Terdepan Lawan Fast Food

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menekankan bahwa edukasi nutrisi harus dimulai dari rumah. Menurutnya, peran ayah dan ibu sangat vital dalam memilih asupan gizi yang tepat di tengah gempuran makanan cepat saji dan jajanan kurang sehat yang kini mudah diakses anak-anak.

"Keluarga adalah madrasah pertama. Ayah dan ibu harus berkolaborasi mencari solusi, misalnya ketika anak enggan memakan makanan bergizi. Pembiasaan makan sehat harus dimulai dari rumah," kata Bupati usai peringatan HAN di Serang, Selasa.

Intervensi Sejak Kehamilan hingga Imunisasi

Pemkab Serang telah menjalankan pendampingan berkelanjutan untuk menekan angka stunting. Intervensi dimulai sejak masa kehamilan melalui pemberian makanan tambahan dan vitamin, dilanjutkan dengan imunisasi setelah anak lahir.

Bupati menyayangkan masih ada warga yang enggan datang ke posyandu dan fasilitas kesehatan. Ia mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam setiap program imunisasi dan edukasi kesehatan yang digelar pemerintah desa maupun kelurahan.

Mengapa Kolaborasi Swasta Diperlukan?

Pemerintah daerah mengakui tidak bisa menangani persoalan stunting sendirian. Keterbatasan anggaran dan jangkauan tenaga kesehatan menjadi alasan utama perlunya menggandeng mitra swasta seperti Kalbe Farma.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu saya mohon dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat luas, untuk bersama-sama menghilangkan angka stunting di Kabupaten Serang," ujar Ratu Rachmatuzakiyah.

Target Generasi Emas 2045

Bupati mengingatkan bahwa literasi kesehatan bukan hanya soal mengatasi stunting jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi emas Indonesia 2045. Ia menekankan bahwa makanan sehat dan bergizi untuk tumbuh kembang anak tidak harus selalu mahal.

"Jika ibunya sehat dan kuat, Insya Allah anaknya juga sehat dan kuat, sehingga generasi emas 2045 bisa kita wujudkan," ucapnya.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top