Anggota DPRD Banten Desy Yusandi Ingatkan Orang Tua: Jangan Serahkan Pendidikan Karakter Anak Sepenuhnya ke Sekolah

Penulis: Ujang Rahmat  •  Minggu, 19 Juli 2026 | 15:26:31 WIB
Desy Yusandi, anggota DPRD Banten, menyampaikan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi pendidikan karakter anak di rumah.

SERANG — Politisi Partai Golkar itu mengingatkan bahwa kehadiran orang tua tidak cukup hanya dalam bentuk pemenuhan kebutuhan materi. Anak-anak, kata Desy, membutuhkan perhatian langsung, pengawasan, dan kasih sayang dari orang tuanya, bukan sekadar dari guru di sekolah.

Orang Tua Harus Hadir, Bukan Sekadar Memberi Uang

“Sebagai orang tua, kita tetap harus memikirkan peran kita di rumah. Anak-anak membutuhkan perhatian langsung dari orang tuanya,” ujar Desy Yusandi dalam keterangannya, Senin.

Desy mengaku selalu berusaha meluangkan waktu untuk keluarga di sela-sela kesibukannya sebagai anggota DPRD Banten. Salah satu kebiasaannya adalah berbelanja sendiri ke pasar setiap hari Sabtu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Bukan berarti tidak bisa diwakilkan, tetapi kita jadi tahu kebutuhan keluarga dan kualitasnya tentu berbeda ketika kita mengerjakan sendiri,” jelasnya.

Tantangan Terbesar: Membagi Waktu antara Karier dan Keluarga

Desy menilai tantangan terbesar keluarga saat ini adalah kemampuan orang tua membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Banyak ibu yang ingin bekerja membantu ekonomi keluarga, tetapi terkendala masalah pengasuhan anak.

Ia mengingatkan agar orang tua tidak kehilangan momen-momen penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak. “Anak-anak membutuhkan pendampingan. Orang tua harus hadir, bukan hanya memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga mengawasi perkembangan dan membangun karakter mereka,” tegasnya.

Menurut Desy, komunikasi dalam keluarga menjadi fondasi penting agar anak tumbuh dengan rasa aman dan percaya diri. Pengawasan terhadap perkembangan anak harus dimulai dari lingkungan keluarga.

Pengawasan Dimulai dari Rumah, Bukan dari Sekolah

Orang tua perlu mengetahui aktivitas, pergaulan, hingga kondisi psikologis anak agar mampu memberikan arahan sejak dini. Perhatian sederhana seperti menyediakan waktu berbicara dengan anak, mengetahui kebiasaan mereka, hingga memahami kebutuhan sehari-hari dapat memberikan dampak besar terhadap pembentukan karakter.

“Kalau kita melakukan sendiri, kita tahu apa yang dibutuhkan keluarga. Kedekatan seperti itu penting agar anak merasa diperhatikan,” ujarnya.

Desy berharap para orang tua dapat terus menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga. Menurutnya, keberhasilan seorang anak tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh pendampingan dan pengawasan yang diberikan orang tua sejak dini.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: radarbanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top