BANTEN — Harga Pertamax Turbo kini dibanderol Rp19.300 per liter, turun Rp1.450 dari posisi sebelumnya Rp20.750 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex mengalami penurunan paling dalam, dari Rp24.800 per liter menjadi Rp21.150 per liter. Adapun Dexlite turun dari Rp23.000 per liter menjadi Rp19.700 per liter.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian harga ini merupakan hasil evaluasi berkala yang dilakukan perseroan. Mekanismenya mengacu pada regulasi yang berlaku serta dinamika harga pasar minyak global.
“Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah,” kata Kitty di Jakarta, Kamis (18/7).
Meski tiga jenis BBM nonsubsidi mengalami penurunan, Pertamina memutuskan tidak mengubah harga Pertamax dan Pertamax Green. Harga Pertamax tetap bertahan di Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green masih di angka Rp17.000 per liter sejak kenaikan terakhir pada 10 Juni 2026.
Untuk BBM bersubsidi, Pertalite masih dijual dengan harga Rp10.000 per liter. Harga ini tidak berubah karena sepenuhnya diatur pemerintah melalui mekanisme subsidi dan kompensasi.
Penurunan harga ini langsung terasa bagi pengguna kendaraan diesel dan mesin bensin beroktan tinggi. Misalnya, pemilik mobil yang rutin mengisi Pertamina Dex bisa menghemat Rp3.650 per liter dibandingkan bulan lalu. Jika konsumsi rata-rata 50 liter per minggu, penghematan mencapai Rp182.500 per bulan.
Kondisi ini menjadi angin segar di tengah tekanan daya beli masyarakat yang masih belum pulih sepenuhnya. Apalagi, harga BBM nonsubsidi sebelumnya sempat naik pada awal Juni lalu.
Pertamina memastikan akan terus memantau pergerakan harga minyak dunia dan melakukan evaluasi secara berkala. Penyesuaian berikutnya bisa terjadi lagi jika ada perubahan signifikan pada harga minyak mentah atau nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.