Kemenpora Pastikan Anggaran Pelatnas Panjat Tebing Ditambah demi Target Olimpiade 2028

Penulis: Ujang Rahmat  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 00:55:31 WIB
Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Surono menyambut kedatangan atlet panjat tebing di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (14/7).

BANTEN — Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, menyampaikan jaminan itu langsung di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (14/7) sore. Ia datang menjemput rombongan atlet yang baru pulang dari rangkaian World Climbing Series di Krakow dan Chamonix.

“Saya sebelumnya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Desak Made dan Veddriq yang berhasil mempersembahkan medali emas di Krakow dan Chamonix,” ujar Surono dalam sambutannya.

Dua Emas dari Krakow dan Chamonix Jadi Momentum

Desak Made Rita Kusuma Dewi sukses menyapu bersih nomor speed perorangan putri dengan dua medali emas di Krakow dan Chamonix. Sementara Veddriq Leonardo mempersembahkan satu emas nomor speed putra di Chamonix.

Prestasi ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia punya daya saing di nomor andalan speed climbing. Namun, tanpa pembinaan berkelanjutan, kata Surono, prestasi itu sulit dipertahankan hingga Olimpiade 2028 di Amerika Serikat.

Anggaran Tambahan untuk Try Out dan Pelatnas

Surono menjelaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto menjadi faktor krusial. “Presiden Prabowo komitmen mendukung prestasi olahraga Indonesia dengan memberikan biaya tambahan anggaran untuk atlet Indonesia,” katanya menjelaskan.

Kemenpora akan memastikan dana tambahan itu digunakan untuk fasilitasi pelatnas dan try out. Targetnya jelas: Asian Games 2026, SEA Games 2027, dan puncaknya Olimpiade 2028.

“Kemenpora berkomitmen memberikan dukungan fasilitasi bantuan pelatnas dan try out untuk persiapan Asian Games 2026, SEA Games 2027, dan Olimpiade 2028,” tegas Surono.

Pekerjaan Rumah: Konsistensi di Level Tertinggi

Atlet seperti Veddriq dan Desak sudah membuktikan kualitas di seri dunia. Tapi tantangan terbesar justru menjaga performa tetap stabil di multi-event besar yang padat jadwal.

Dengan tambahan anggaran ini, Kemenpora berharap program latian bisa lebih terstruktur. Tak hanya untuk atlet senior, tetapi juga kader muda yang mulai merangkak naik ke panggung internasional.

Pemerintah sadar, panjat tebing Indonesia butuh lebih dari sekadar euforia medali. Butuh sistem pembinaan yang berkelanjutan — dan komitmen anggaran ini jadi langkah awal yang konkret.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top