TANGERANG — Gubernur Banten Andra Soni mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran yang dipicu oleh tumpukan sampah, terutama di tengah musim kemarau yang sedang berlangsung. Ia menekankan bahwa sampah yang menumpuk tanpa pengelolaan yang benar dapat menghasilkan gas metana yang mudah terbakar.
Peringatan ini merujuk pada insiden kebakaran besar yang meludeskan area seluas 18 hektare di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Kebakaran tersebut baru berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah sepuluh hari upaya penanganan darurat oleh tim gabungan.
"Meski kebakaran di TPA Jatiwaringin telah padam, potensi kebakaran masih tinggi akibat cuaca panas," ujar Andra di hadapan warga Balaraja. Ia mendorong agar peristiwa itu dijadikan pelajaran berharga bagi semua pihak.
Untuk meminimalkan risiko serupa, Gubernur mengajak masyarakat memulai kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik dan anorganik yang tercampur, kata dia, mempercepat produksi gas metana yang berbahaya.
"Mari kita mulai memilah sampah agar risiko kebakaran dapat diminimalkan sekaligus menjaga lingkungan tetap sehat," imbaunya.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resminya mengonfirmasi bahwa lahan utama TPA Jatiwaringin seluas kurang lebih 15 hektare yang terdampak kebakaran telah berhasil dipadamkan 100 persen per Kamis (9/7) malam. Saat ini, lokasi memasuki fase pendinginan intensif.
Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras tim gabungan yang terdiri dari BNPB, BPBD, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH), serta TNI/Polri sejak peristiwa dilaporkan pada 30 Juni lalu.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyatakan bahwa meskipun situasi kedaruratan telah terkendali, pihaknya tetap siaga. Unit armada pemadam kebakaran masih dikerahkan untuk menyiram timbulan sampah di TPA Jatiwaringin selama tiga hingga empat hari ke depan.
"Pemerintah Kabupaten berencana membangun hidran di TPA Jatiwaringin. Di awal lima unit dulu," kata Achmad. Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mencegah kebakaran serupa di masa mendatang.