TANGERANG — Percepatan ini mencakup perpindahan operasional lima maskapai besar sekaligus: Qatar Airways, Egypt Air, Oman Air, Emirates, dan Etihad Airways. Dengan begitu, total 10 maskapai akan melayani jamaah umrah dari Terminal 2F setelah seluruh tahapan rampung.
General Manager Bandara Soetta Heru Karyadi mengatakan, pelaksanaan tahap pertama pada 1 Juli 2026 berjalan baik. Tiga maskapai—Loong Air, Hainan Airlines, dan Saudi Arabian Airlines—sudah lebih dulu beroperasi dari terminal khusus tersebut.
"Seluruh pemangku kepentingan mampu berkolaborasi secara optimal sehingga penyesuaian jadwal tahap berikutnya dapat dilakukan dengan tetap mengutamakan kesiapan operasional dan kualitas pelayanan," kata Heru di Tangerang, Rabu.
Berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SE DJPU 12 Tahun 2026 dan Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor SE-153/BN/2026, tahapan perpindahan berlangsung dalam tiga gelombang:
Heru menambahkan, percepatan ini dimungkinkan setelah mempertimbangkan kesiapan maskapai, penyelenggara layanan kebandarudaraan, perusahaan ground handling, penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), dan regulator. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar transisi tidak mengganggu jadwal keberangkatan jamaah.
"Tujuan utamanya adalah menghadirkan layanan yang semakin nyaman, tertib, dan efisien bagi seluruh jamaah sejak tiba di bandara hingga keberangkatan menuju Tanah Suci," ungkapnya.
Bandara Soekarno-Hatta berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan guna mendukung penyelenggaraan ibadah umrah yang aman dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi jamaah.