TANGERANG — Kebiasaan nongkrong anak muda di Kota Tangerang perlahan bergeser. Jika dulu kopi atau minuman kekinian menjadi primadona, kini jamu mulai dilirik sebagai pilihan gaya hidup sehat.
Salah satu tempat yang menjadi pionir tren ini adalah Sedjenak Ngejamu by Kopi Tatap Langit. Berlokasi di Mutiara Pluit, kafe ini mengusung konsep kafe sehat yang menyajikan jamu tradisional dengan tampilan modern.
Head Bar dan Kitchen Sedjenak Ngejamu, Basilius Bayu Bagaskara, mengatakan seluruh menu jamu dibuat dari rempah-rempah pilihan yang diolah langsung di lokasi. Menurutnya, proses ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan mempertahankan khasiat bahan tradisional.
“Kami ingin memperkenalkan bahwa jamu tidak selalu identik dengan rasa pahit dan minuman untuk orang tua. Dengan penyajian yang lebih modern, anak-anak muda ternyata mulai tertarik untuk mencoba dan menjadikan jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat,” ujarnya, Sabtu 4 Juli 2026.
Sedjenak Ngejamu tidak hanya menyajikan menu klasik seperti beras kencur, jahe, dan kunyit asam. Mereka juga berinovasi dengan menghadirkan jamu latte, yaitu racikan jamu yang dipadukan dengan foam susu sehingga rasanya lebih akrab di lidah generasi muda.
Kunyit asam menjadi menu favorit pelanggan karena memiliki cita rasa segar dan cocok dinikmati saat cuaca panas. Kafe ini juga menyediakan aneka kopi, minuman nonkopi, makanan berat, hingga camilan untuk semua kalangan.
Bayu menambahkan, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan turut mendorong minat anak muda mengonsumsi minuman berbahan alami. Pihaknya berupaya memperkenalkan jamu sebagai minuman tradisional yang mampu mengikuti perkembangan zaman.
“Semua rempah kami olah sendiri sehingga rasa dan kualitasnya tetap terjaga. Kami mencoba menghadirkan pengalaman baru menikmati jamu, namun tetap mempertahankan keaslian bahan dan manfaatnya,” katanya.
Dengan harga yang terjangkau, Sedjenak Ngejamu menjadi salah satu alternatif nongkrong sehat bagi masyarakat Kota Tangerang yang ingin tetap gaya tanpa meninggalkan khasiat tradisional.