KABUPATEN TANGERANG — Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dari area TPA Jatiwaringin, Kecamatan Sukadiri, pada Selasa (30/6) siang. Api terlihat menjalar di beberapa titik gunungan sampah, dan asapnya kemudian menyebar hingga ke kawasan pemukiman warga di sekitar lokasi. Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi dan membuat warga resah karena aktivitas sehari-hari terganggu.
Berdasarkan keterangan sementara dari pekerja di lokasi, api pertama kali muncul dari gas yang dihasilkan tumpukan sampah organik. Kobaran api disebut semakin cepat membesar karena adanya lapisan terpal atau plastik yang menutupi tumpukan sampah.
“Api diduga berasal dari gas yang keluar dari sampah organik. Terpal atau plastik penutup membuat kobaran api semakin cepat membesar,” ujar pelapor, Pasukan Satgas Mandiri, saat dikonfirmasi.
Dampak langsung kebakaran ini dirasakan oleh warga yang tinggal di sekitar TPA. Asap yang cukup pekat membuat sejumlah warga mengeluhkan sesak napas. Keluhan ini dinilai membahayakan, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, dan lanjut usia.
“Yang paling terasa dampaknya itu sesak napas. Banyak warga terdampak karena asap menyebar sampai ke lingkungan tempat tinggal,” kata Echo, seorang warga sekitar.
Echo menambahkan, asap sudah menyebar ke mana-mana karena lokasi TPA yang sangat dekat dengan permukiman. Ia mengimbau warga yang memiliki bayi untuk tidak membawa anak keluar rumah selama kondisi asap masih pekat.
Petugas BPBD Kabupaten Tangerang langsung bergerak setelah laporan diterima sekitar pukul 11.00 WIB. Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, membenarkan bahwa tim pemadam telah berada di lokasi untuk mencegah api merambat lebih luas.
“Saat ini sudah ada enam unit damkar dan 30 personel kita kerahkan untuk memadamkan api,” ujar Achmad Taufik.
Api yang semula berada di satu titik perlahan mulai merambat ke tumpukan sampah lainnya. Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih berjibaku melakukan proses pemadaman agar kobaran api tidak semakin meluas ke area lain.