Pemprov Banten Operasikan Dua Rumah Sakit Baru di Lebak dan Pandeglang, Warga Tak Lagi Tempuh Puluhan Kilometer untuk Berobat

Penulis: Tedy Rustandi  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 23:28:01 WIB
Pemprov Banten mulai operasikan RSUD Cilograng dan RSUD Labuan untuk mempercepat akses layanan kesehatan.

SERANG — Warga di pelosok Kabupaten Lebak dan Pandeglang tak lagi harus menempuh perjalanan hingga satu jam hanya untuk berobat ke rumah sakit di luar provinsi. Pemerintah Provinsi Banten telah mengoperasikan dua rumah sakit baru pada tahun 2025: RSUD Muhammad Irsyad Djuwaeli Labuan di Pandeglang dan RSUD Uwes Qorny Cilograng di Lebak.

Sebelumnya, warga di kawasan Cilograng, Bayah, dan Cibeber lebih sering berobat ke RSUD Pelabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, karena jarak geografis yang lebih dekat. Kini, fasilitas rujukan di masing-masing daerah telah tersedia.

Dua RS Baru, Puluhan Poliklinik dan Dokter Spesialis

RSUD Cilograng di Lebak kini didukung oleh 19 dokter umum dan 20 dokter spesialis. Rumah sakit ini menyediakan 12 poliklinik dan dikembangkan sebagai pusat layanan geriatri untuk lansia. Sementara itu, RSUD Labuan di Pandeglang diperkuat 24 dokter umum dan 18 dokter spesialis, dengan 11 poliklinik yang fokus pada layanan kesehatan ibu dan anak.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Astuti, menjelaskan Program Banten Sehat dirancang secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Cakupannya meliputi kesehatan ibu dan anak, perbaikan gizi, pengendalian tuberkulosis, hingga pemenuhan tenaga kesehatan spesialis.

Klinik Bergerak Gratis untuk Daerah Terpencil

Selain rumah sakit statis, Pemprov Banten mengoperasikan tiga unit Klinik Mobile untuk menjangkau daerah terpencil, pesisir, dan kepulauan di Pandeglang, Lebak, dan Serang. Setiap armada dilengkapi dokter umum, perawat, apoteker, serta alat USG, EKG, x-ray, laboratorium mini, dan layanan telemedicine yang terhubung langsung dengan dokter spesialis. Layanan pemeriksaan dan obat di klinik bergerak ini diberikan secara gratis.

Warga: Waktu Tempuh Terpangkas, IGD Perlu Diperluas

Kehadiran rumah sakit baru mendapat respons positif. Ketua Adat Kesepuhan Neglasari Cilograng, Abah Omik (50), mengatakan keberadaan RSUD Cilograng sangat memangkas waktu tempuh warga yang sebelumnya harus berkendara selama satu jam ke Pelabuhanratu atau RSUD Malingping jika membutuhkan penanganan darurat. Ia berharap pemerintah terus melengkapi fasilitas poliklinik yang ada.

Hal senada disampaikan Aldi Kusuma (29), warga Desa Babadsari, Kecamatan Jiput, Pandeglang. Ia mengaku kini hanya butuh lima menit ke RSUD Labuan. “Pelayanannya ramah dan responsnya cepat. Harapan kami ke depan, kapasitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Labuan bisa diperluas karena saat ini kondisinya sering penuh,” ujarnya.

Insentif Dokter dan Target Pemerataan SDM

Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa kesehatan merupakan hak dasar masyarakat. “Pembangunan kesehatan bukan sekadar soal ketersediaan fasilitas, melainkan bagaimana mewujudkan keadilan akses dan keberlanjutan layanan,” ujarnya. Untuk meningkatkan retensi tenaga medis, pemda menyediakan insentif, fasilitas mess dokter, serta program penugasan khusus dan kerja sama dengan institusi pendidikan untuk pengembangan dokter spesialis di Banten.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: tangerangpos.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top