Muharram Culture Fest 2026 di Cilegon Angkat Tema Tirta Nawasanga, Sembilan Mata Air Simbol Persatuan Budaya

Penulis: Ramli Siregar  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 16:14:31 WIB
Prosesi penyatuan air dari sembilan mata air bersejarah menjadi simbol persatuan budaya dalam Muharram Culture Fest 2026 di Cilegon.

CILEGON — Prosesi penyatuan air dari sembilan sumber mata air bersejarah menjadi puncak simbolis dalam pembukaan Muharram Culture Fest (MCF) 2026 di Alun-Alun Kota Cilegon, Kamis (25/6). Air dari sembilan titik itu merepresentasikan sembilan nilai kebajikan dan sumber peradaban yang menghidupi Cilegon sejak masa lampau.

Tema Tirta Nawasanga: Simbol Persatuan dari Sembilan Mata Air

Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon, Ayatullah Khumaeni, menjelaskan tema Tirta Nawasanga bukan sekadar nama seremonial. Menurutnya, sembilan mata air yang disatukan dalam ritual menjadi simbol kehidupan, kesucian, dan persatuan masyarakat.

“Ini bukan sekadar festival, tetapi gerakan kebudayaan untuk merawat ingatan, memperkuat identitas, dan menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di masa depan,” ujar Ayatullah dalam sambutannya.

Ritual Ruwat Jagad hingga Pawai Obor: Rangkaian Dua Hari Penuh

MCF 2026 dibuka dengan seremoni Ruwat Jagad Muharram yang sarat nilai spiritual. Setelah itu, rangkaian kegiatan berlanjut dengan santunan anak yatim, Pawai Obor Muharram, Paseban Budaya, hingga nobar golok pusaka.

Pertunjukan seni tradisi, pameran budaya, dan aktivitas komunitas kreatif turut memeriahkan festival yang berlangsung selama dua hari tersebut. Ribuan warga dari berbagai penjuru Kota Cilegon terlihat antusias mengikuti setiap agenda.

Wakil Wali Kota: Menjaga Budaya adalah Harga Mati

Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menegaskan bahwa pelestarian budaya harus menjadi komitmen bersama di tengah derasnya arus modernisasi. Ia menyebut budaya adalah identitas yang membentuk karakter masyarakat.

“Warisan budaya adalah identitas kita. Menjaganya adalah harga mati yang harus terus kita perjuangkan,” kata Fajar dalam sambutannya saat pembukaan.

Fajar menambahkan, Muharram Culture Fest bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang untuk memperkuat persaudaraan dan solidaritas antarwarga. “Festival ini bukan hanya perayaan budaya dan spiritualitas, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat persatuan,” ujarnya.

Mengapa Muharram Culture Fest Penting bagi Cilegon?

Di tengah gempuran budaya global dan modernisasi, festival semacam ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal akar budayanya sendiri. Cilegon, yang dikenal sebagai kota industri, tetap berupaya menjaga tradisi leluhur melalui agenda tahunan ini.

Dengan melibatkan komunitas kreatif, seniman lokal, dan elemen masyarakat, MCF 2026 diharapkan mampu menjadi jembatan antara tradisi dan perkembangan zaman. Kehadiran ribuan warga menjadi bukti bahwa antusiasme terhadap budaya lokal masih tinggi.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: radarbanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top